- Kementerian ESDM memastikan implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan resmi dimulai pada 1 Juli 2026.
- Pemerintah sedang menyelesaikan evaluasi teknis terkait volume bahan bakar dan menunggu penandatanganan dua Keputusan Menteri oleh Menteri ESDM.
- Program B50 bertujuan mengurangi ketergantungan impor BBM nasional serta mempercepat transisi energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati sawit.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan tetap diimplementasi pada 1 Juli 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani, menyebut menjelang penerapannya, kini masuk dalam proses evaluasi akhir.
Dalam proses evaluasi tersebut Eniya akan berkoordinasi dengan Ditjen Migas ESDM guna membahas sejumlah hal, salah satunya berkaitan dengan volume.
"Saya lagi calling-callingan sama pak Dirjen Migas, (bahas) volume, karena kan perkiraan Nataru, ini dihitung semua, terus kesiapan volume dari FAME-nya juga," kata Eniya di Kementerian ESDM yang dikutip pada Kamis (18/6/2026).
Eniya menjelaskan bahwa dari proses uji coba yang telah dilakukan, B50 menunjukkan hasil yang positif. Kandungan airnya lebih rendah dibanding B40 sebelumnya. Karenanya untuk spesifikasi disebutnya telah disepakati.
"Spesifikasi-nya, sudah turun 20 ppm untuk water content dan seterusnya monoblisery dan lain-lain," katanya.
Di samping itu berkaitan dengan payung hukumnya berupa dua Keputusan Menteri, tinggal menunggu diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Kan ada dua Kepmen, Kepmen mandatori sudah Pak Menteri tinggal teken. Terus lanjut saya sedang bahas dengan (Ditjen) Migas," sebutnya.
Mandatori B50 merupakan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) yang bersumber dari minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO dengan 50 persen bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
Program mandatori B50 kelanjutan dari rangkaian kebijakan yang dimulai dari B10 pada 2016 hingga B40 yang resmi diberlakukan pada 2025.
Implementasi B50 bertujuan untuk menekan ketergantungan pada impor BBM, mewujudkan swasembada energi, serta sekaligus mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Berita Terkait
-
BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda
-
Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk
-
Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret
-
Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun
-
IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
-
Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini
-
Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes
-
Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi