Suara.com - PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (‘DVLA’ atau ‘Perseroan’) melaporkan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025, sekaligus menandai tonggak penting 50 tahun perjalanan Perseroan di industri farmasi Indonesia.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Perseroan melaporkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, tumbuh 7% dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan target yang ditetapkan serta melampaui pertumbuhan industri farmasi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kinerja ini mencerminkan ketahanan dan disiplin eksekusi Perseroan, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Di usianya yang ke-50, Darya-Varia menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan meningkatkan daya saing melalui strategi yang berfokus pada inovasi, efisiensi, serta penguatan kapabilitas.
Selama lebih dari lima dekade, Perseroan telah membangun kepercayaan konsumen yang kuat dan berkelanjutan. Pertumbuhan kinerja 2025 didorong oleh kontribusi seluruh lini usaha, dengan segmen consumer health sebagai kontributor utama sebesar Rp1,26 triliun (57%), tumbuh 9,1% dibandingkan tahun 2024.
Kinerja positif dari segmen consumer health tersebut turut mengimbangi kontraksi sebesar 5,5% pada bisnis obat resep. Meskipun demikian, segmen obat resep tetap memberikan kontribusi signifikan dengan pendapatan sebesar Rp666 miliar, atau sebesar 30% dari total pendapatan Perseroan, sementara segmen ekspor dan toll manufacturing mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 27% dengan total pendapatan sebesar Rp257 miliar.
Di sisi profitabilitas, Perseroan tetap menjaga kinerja yang sehat melalui pengelolaan biaya yang disiplin, efisiensi operasional, serta penguatan bauran produk yang mendukung stabilitas kinerja keuangan. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Sancoyo Antarikso sebagai Komisaris Independen, guna menjaga kesinambungan fungsi pengawasan dan stabilitas Perseroan.
Rapat juga menetapkan pengangkatan Deddy Septiadi sebagai Direktur Perseroan, menggantikan Yustina Endang Setyowati yang telah memasuki masa purna tugas, sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan guna mendukung strategi pertumbuhan ke depan.
Memasuki 2026, tren pertumbuhan berlanjut dengan pendapatan kuartal I mencapai Rp595 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh kekuatan brand, portfolio produk yang solid, serta kepercayaan konsumen yang terus terjaga.
Per 31 Maret 2026, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp2,52 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp467,06 miliar, mencerminkan likuiditas yang kuat untuk mendukung ekspansi dan inisiatif strategis ke depan. Sejalan dengan strategi pertumbuhan, Perseroan terus memperkuat pipeline inovasi melalui peluncuran produk-produk baru di awal tahun ini, antara lain Natur-E Glothione, Natur-E Skin Start Hand & Body Lotion, serta Paratusin DMP di kategori cough & cold, guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, Perseroan juga meluncurkan DiViLab, produk alat kesehatan terintegrasi yang menandai ekspansi ke sektor Medical Technology (MedTech) dan Connected Healthcare.
Melalui DiViLab, Perseroan menghadirkan solusi pemantauan kesehatan berbasis IoT dan AI, termasuk DiViLab Optima 4-in-1 dan DiViLab CORE 3-in-1, yang memperkuat portofolio solusi kesehatan terintegrasi yang lebih mudah, terhubung, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ke depan, Perseroan tetap optimis untuk melanjutkan momentum pertumbuhan dengan fokus pada pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kapabilitas manufaktur dan ekspansi pasar.
Dengan fundamental yang kuat dan strategi terarah, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Lima dekade perjalanan ini bukan hanya menjadi refleksi atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya secara berkelanjutan. Berangkat dari fondasi manufaktur yang kuat, kita bertransformasi menjadi integrated healthcare solution company, tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga solusi kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat. Dengan fondasi yang kuat tersebut, Perseroan optimis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran 7-9% di tahun 2026," terang Presiden Direktur DVLA, dr. Ian Kloer. ***
Berita Terkait
-
Pafi Kota Pelaihari: Menyongsong Potensi Obat Herbal dalam Dunia Farmasi
-
Dua Lab Independen Uji Ulang Keamanan Produk, Praxion Tak Mengandung EG/DEG
-
Polri Perintahkan Kasatwil Pantau Penarikan 5 Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol di Seluruh Indonesia
-
Optimalkan Potensi Pasar Industri Farmasi dan Kesehatan, Begini Siasat Argon Group Pacu Pertumbuhan Kinerja
-
Obat Sirup India Jadi Biang Kerok Kematian 70 Anak, Aktivis: Kasus Serupa Rutin Terjadi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang