- Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 160.000 sambungan rumah tangga gas bumi berbasis CNG di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan tahun 2026.
- Pemerintah berupaya menekan ketergantungan impor LPG serta mengurangi beban subsidi energi nasional melalui percepatan proyek jaringan gas bumi tersebut.
- Pemerintah berencana meningkatkan target pembangunan jargas menjadi satu juta sambungan rumah tangga yang diproyeksikan akan terealisasi pada tahun 2028.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 160.000 satuan sambungan rumah tangga (SR) jaringan gas bumi (jargas) berbasis Compressed Natural Gas (CNG) di berbagai kota pada tahun 2026.
Target tersebut akan difokuskan pada wilayah Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan dengan memanfaatkan sumber gas terdekat.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menjelaskan bahwa proses lelang proyek jargas ini dijadwalkan berjalan pada akhir Juli 2026. Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan kajian teknis mengenai kesiapan masing-masing kota yang menjadi sasaran program.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, kita ada target 160.000 satuan sambungan rumah tangga di berbagai kota. Ini akan dilakukan proses percepatan," ujar Yuliot saat meninjau implementasi jargas di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).
Yuliot menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan anggaran APBN tahun 2027 untuk meningkatkan target pembangunan jargas menjadi 1 juta sambungan rumah tangga yang diproyeksikan terealisasi pada tahun 2028.
Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada impor LPG serta mengurangi beban subsidi energi nasional.
Di Kabupaten Sleman sendiri, proyek jargas berbasis CNG telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial.
Infrastruktur pendukungnya mencakup jaringan distribusi sepanjang 141 kilometer dengan rata-rata penyaluran gas mencapai 84 ribu meter kubik per bulan, atau setara dengan penggunaan 64 metrik ton LPG.
Selain sektor domestik, penggunaan jargas di Sleman mulai merambah ke sektor komersial dan UMKM. Salah satu konsumen komersial, Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta, melaporkan efisiensi biaya energi sebesar 30 hingga 33 persen setelah beralih menggunakan gas bumi.
Baca Juga: Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, memastikan aspek keamanan operasional jargas klaster ini telah diantisipasi dengan ketat melalui teknologi pengaturan tekanan (Pressure Regulating System/PRS).
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan melalui sistem klaster dan PRS agar mengalir dengan aman ke dapur rumah tangga untuk penggunaan sehari-hari," kata Arief.
Secara nasional, pengelolaan jargas sejauh ini telah menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.
Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, pemerintah membidik pengembangan jargas rata-rata sebanyak 350 ribu sambungan baru per tahun menggunakan berbagai skema pendanaan.
Berita Terkait
-
Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI