Bisnis / Energi
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB
Kalangan industri mulai gunakan PLTS Atap sebagai sumber listrik penunjang operasional. [ist].
Baca 10 detik
  • PT Anugerah Pharmindo Lestari mengoperasikan PLTS atap di fasilitas Jawa Timur untuk mendukung penggunaan energi terbarukan perusahaan.
  • Pemasangan PLTS berkapasitas 202,2 kWp ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 264 ton setiap tahunnya.
  • Kolaborasi bersama PT Investasi Hijau Selaras ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mewujudkan ekosistem layanan kesehatan berkelanjutan.

Suara.com - Produsen farmasi, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), mulai menggunakan energi terbarukan sebagai sumber listrik di fasilitas produksi Jawa Timur.

Salah satunya, menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di fasilitas distribusi APL di Jawa Timur.

PLTS atap yang dibangun di atas area seluas sekitar 883,32 meter persegi itu memiliki kapasitas terpasang sebesar 202,2 kilowatt peak (kWp). Fasilitas tersebut mampu menghasilkan listrik ramah lingkungan sekitar 292.237 kilowatt hour (kWh) per tahun.

Tak hanya menghasilkan energi bersih, PLTS tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 264 ton setara karbon dioksida (tCO2e) per tahun. Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahunnya.

Ilustrasi PLTS Atap

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol mengatakan sektor kesehatan dan keberlanjutan memiliki hubungan yang erat sehingga perusahaan merasa memiliki tanggung jawab untuk mendukung masa depan yang lebih hijau.

"PLTS atap baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target energi terbarukan Indonesia," ujar Christophe Piganiol seperti dikutip, Kamis (18/6/2026).

PLTS atap di Jawa Timur ini dibangun melalui kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU). Perusahaan tersebut menyediakan solusi energi bersih yang dirancang untuk membantu industri menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Presiden Direktur HIJAU Victor Samuel mengatakan proyek tersebut menunjukkan bahwa sektor kesehatan juga dapat menjadi motor penggerak adopsi energi bersih di Indonesia.

"Kami yakin proyek ini akan berfungsi sebagai katalis, menginspirasi adopsi teknologi hijau yang lebih luas di berbagai industri di seluruh Indonesia," kata Victor.

Baca Juga: Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!

Sebelumnya, APL juga telah memasang PLTS di National Distribution Center di Cikarang dan titik distribusi di Medan.

Dengan tambahan fasilitas di Jawa Timur, total produksi energi surya APL diperkirakan mencapai 1,4 gigawatt hour (GWh) per tahun dengan total pengurangan emisi sekitar 1.000 tCO2e per tahun.

Selain penggunaan energi surya, perusahaan juga mulai menerapkan elektrifikasi armada distribusi dan melakukan audit energi di sejumlah fasilitas sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan.

Load More