- PT Anugerah Pharmindo Lestari mengoperasikan PLTS atap di fasilitas Jawa Timur untuk mendukung penggunaan energi terbarukan perusahaan.
- Pemasangan PLTS berkapasitas 202,2 kWp ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 264 ton setiap tahunnya.
- Kolaborasi bersama PT Investasi Hijau Selaras ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mewujudkan ekosistem layanan kesehatan berkelanjutan.
Suara.com - Produsen farmasi, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), mulai menggunakan energi terbarukan sebagai sumber listrik di fasilitas produksi Jawa Timur.
Salah satunya, menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di fasilitas distribusi APL di Jawa Timur.
PLTS atap yang dibangun di atas area seluas sekitar 883,32 meter persegi itu memiliki kapasitas terpasang sebesar 202,2 kilowatt peak (kWp). Fasilitas tersebut mampu menghasilkan listrik ramah lingkungan sekitar 292.237 kilowatt hour (kWh) per tahun.
Tak hanya menghasilkan energi bersih, PLTS tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 264 ton setara karbon dioksida (tCO2e) per tahun. Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahunnya.
Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol mengatakan sektor kesehatan dan keberlanjutan memiliki hubungan yang erat sehingga perusahaan merasa memiliki tanggung jawab untuk mendukung masa depan yang lebih hijau.
"PLTS atap baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target energi terbarukan Indonesia," ujar Christophe Piganiol seperti dikutip, Kamis (18/6/2026).
PLTS atap di Jawa Timur ini dibangun melalui kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU). Perusahaan tersebut menyediakan solusi energi bersih yang dirancang untuk membantu industri menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Presiden Direktur HIJAU Victor Samuel mengatakan proyek tersebut menunjukkan bahwa sektor kesehatan juga dapat menjadi motor penggerak adopsi energi bersih di Indonesia.
"Kami yakin proyek ini akan berfungsi sebagai katalis, menginspirasi adopsi teknologi hijau yang lebih luas di berbagai industri di seluruh Indonesia," kata Victor.
Baca Juga: Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!
Sebelumnya, APL juga telah memasang PLTS di National Distribution Center di Cikarang dan titik distribusi di Medan.
Dengan tambahan fasilitas di Jawa Timur, total produksi energi surya APL diperkirakan mencapai 1,4 gigawatt hour (GWh) per tahun dengan total pengurangan emisi sekitar 1.000 tCO2e per tahun.
Selain penggunaan energi surya, perusahaan juga mulai menerapkan elektrifikasi armada distribusi dan melakukan audit energi di sejumlah fasilitas sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya
-
Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!