- Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.804 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026 di pasar keuangan.
- Pelemahan mata uang Garuda dipicu oleh penguatan indeks dolar AS secara tajam dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
- Sentimen positif dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan laporan MSCI mencegah rupiah mengalami penurunan lebih dalam.
Suara.com - Rupiah pada penutupan Jumat sore ini konsisten tidak berdaya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Alhasil, mata uang Garuda masuk zona merah di perdagangan pasar keuangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Jumat 19 Juni 2026 ke level Rp17.804 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 10 poin atau 0,06 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.794 per dolar AS.
Pelemahan rupiah bagi Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong disebabkan dolar AS yang naik tajam. Faktor itu membuat mata uang Garuda sedikit tertekan.
"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS ditengah kenaikan tajam pada dolar indeks," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, rupiah juga mendapatkan dukungan oleh laporan review MSCI yang direspon positif investor. Lalu. kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia ikut membantu rupiah tidak melemah lebih dalam.
"Sentimen rupiah sebenarnya sudah jauh membaik, namun perkembangan eksternal masih berubah serta indeks dolar AS yang masih naik mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia melemah. Salah satunya ringgit Malaysia yang mengalami pelemahan terdalam 0,62 persen. Disusul oleh peso Filipina yang merosot 33 persen.
Selanjutnya ada baht Thailand terkoreksi 0,22 persen dan dolar Singapura yang turun 0,08 persen. Berikutnya, ada yuan China dengan anjlok 0,11 persen. Diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen.
Selain itu, won Korea Selatan yang menguat 0,78 persen pada perdagangan sore ini. Diikuti yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan melesat 0,07 persen.
Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis