- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026 pagi.
- Pelemahan terjadi akibat kebijakan suku bunga Bank Sentral AS dan kekhawatiran pasokan minyak mentah dunia.
- Status pasar Indonesia yang tetap terjaga oleh MSCI diharapkan dapat menopang penguatan rupiah pada penutupan.
Suara.com - Pergerakan rupiah pada Jumat pagi ini terus melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka Jumat 19 Juni 2026 ke level Rp17.850 per dolar AS. Angka ini melemah 56 poin atau 0,31 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.794 per dolar AS.
Pelemahan rupiah bagi Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga the Fed paska FOMCIndeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia melanjutkan, kekuatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS.
Namun, rupiah bisa saja menguat pada penutupan nanti dengan adanya isu keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai EM cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah.
"BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan kedepannya paling tidak 50bps lagi. Range 17800-17900," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia bergerak fluktuatif. Adapun, peso Filipina tertekan 0,14 persen.
Selanjutnya ada baht Thailand terkoreksi 0,13 persen dan dolar Singapura yang turun 0,08 persen. Disusul, ringgit Malaysia terkikis 0,01 persen. Berikutnya, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,001 persen terhadap the greenback
Baca Juga: Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
Selain itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,11 persen. Kemudian ada won Korea Selatan yang menguat 0,06 persen pada perdagangan pagi ini.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban
-
Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi