- PT Inalum mencatatkan rekor kinerja keuangan dan operasional tertinggi sepanjang sejarah perusahaan melalui strategi hilirisasi aluminium yang konsisten.
- Peningkatan produksi sebesar 280.082 metrik ton tercapai berkat keberhasilan proyek peningkatan teknologi tungku reduksi pada fasilitas produksi perusahaan.
- Perseroan berhasil meraih pertumbuhan laba bersih 15 persen serta mendapatkan predikat kesehatan perusahaan kategori sangat baik pada 2025.
Suara.com - BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), mencatatkan kinerja keuangan dan operasional tertinggi dalam sejarah. Capaian ini diraih setelah perseroan gencar berbisnis di hilirisasi alumunium.
Corporate Secretary PT Inalum, Mahyaruddin AR, mengatakan kinerja gemilang tersebut lahir dari konsistensi transformasi operasional, hingga peningkatan efisiensi,
"Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," ujarnya di Jakarta, Senin (21/6/2026).
Dari sisi keuangan, Inalum membukukan pendapatan yang tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya volume penjualan dan membaiknya harga jual komoditas aluminium.
Tak hanya itu, laba bersih konsolidasian juga meningkat 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara EBITDA tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja operasional pun mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, produksi aluminium INALUM mencapai 280.082 metrik ton (mt), meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, volume penjualan mencapai 280.141 mt atau naik sekitar 1 persen secara tahunan.
Baik produksi maupun penjualan tersebut menjadi capaian tertinggi atau all-time high sejak perusahaan berdiri lima dekade lalu.
Pencapaian itu tidak lepas dari penyelesaian Proyek Pot Upgrading yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun. Proyek tersebut dilakukan melalui peningkatan teknologi tungku reduksi ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.
Baca Juga: Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, INALUM juga menunjukkan perbaikan dari sisi tata kelola perusahaan. Perseroan meraih Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat", didukung Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.
Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial Tahun 2025 tercatat sebesar 85,54 persen (audited), sementara peringkat komposit risiko berada pada level 2.
Pada aspek tata kelola perusahaan, tingkat adopsi prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) juga diproyeksikan meningkat menjadi 87,54 persen pada 2025, naik dari 81,01 persen pada tahun sebelumnya.
Melalui capaian tersebut, Inalum optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung agenda hilirisasi aluminium nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM
-
Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini