- LGI luncurkan Care+ untuk layanan kesehatan digital berbasis AI.
- Fitur integrasi wellness: sleep, aktivitas, nutrisi, dan face scan.
- RBC LGI 303,99% dengan rating AA+ (idn) dari Fitch Ratings.
Suara.com - Pemanfaatan teknologi digital di sektor kesehatan dan asuransi terus mengalami percepatan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang praktis, terintegrasi, dan berbasis pencegahan (preventif). Tren ini turut mendorong perusahaan asuransi mengembangkan layanan yang tidak hanya fokus pada perlindungan finansial, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat berbasis teknologi.
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pelacak aktivitas fisik, hingga pemantauan kualitas tidur kini semakin umum digunakan untuk membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya secara mandiri. Di Indonesia, pertumbuhan layanan kesehatan digital juga didukung oleh tingginya penetrasi internet serta penggunaan perangkat seluler yang masif, membuka peluang besar bagi inovasi layanan kesehatan berbasis aplikasi.
Sejalan dengan tren tersebut, PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) meluncurkan Care+, fitur wellness terbaru yang terintegrasi dalam aplikasi eBenefit Health. Fitur ini dirancang sebagai ekosistem kesehatan digital yang mengedepankan pendekatan preventif melalui pemantauan kesehatan harian berbasis teknologi.
Vice President Director LGI Ricky Choi mengatakan, Care+ merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi kesehatan digital yang lebih menyeluruh. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses dan terintegrasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Care+ merupakan bagian dari komitmen LGI untuk menghadirkan solusi kesehatan digital yang tidak hanya mendukung perlindungan, tetapi juga membantu masyarakat menjaga kesehatannya secara proaktif. Melalui fitur ini, pengguna dapat memantau berbagai aspek kesehatan sehari-hari dengan lebih mudah dan terintegrasi,” ujar Ricky, Senin (22/6/2026).
Melalui Care+, pengguna dapat mengakses berbagai fitur seperti Face Scan berbasis AI, Sleep Tracker, Activity Tracker, hingga Nutrition Tracker dalam satu aplikasi tanpa perlu platform tambahan. Teknologi AI-Powered Face Scan juga mampu memberikan indikasi kesehatan seperti detak jantung, laju pernapasan, skor respirasi, hingga tingkat stres secara cepat.
Selain itu, layanan ini turut menyediakan pelacakan nutrisi, perencanaan pola makan, pemantauan aktivitas fisik, serta rekomendasi gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi pengguna. LGI menilai integrasi fitur ini dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat secara lebih konsisten.
Perusahaan juga mencatat posisi permodalan yang solid dengan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 303,99 persen per Desember 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator. LGI juga memperoleh peringkat “AA+ (idn)” dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia, yang mencerminkan fundamental keuangan yang kuat di tengah ekspansi layanan digitalnya.
Baca Juga: Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?