- IHSG diproyeksikan melanjutkan tren koreksi setelah investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp1,11 triliun pada perdagangan kemarin.
- Wall Street melemah akibat aksi jual masif saham teknologi, yang turut memengaruhi sentimen negatif pada pasar bursa domestik hari ini.
- Analis BNI Sekuritas merekomendasikan strategi beli bertahap terhadap sejumlah saham untuk mengantisipasi potensi pelemahan IHSG di area support teknikal.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksikan masih akan menghadapi tekanan setelah pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup merosot sebesar 0,98 persen.
Koreksi indeks bursa domestik tersebut turut disertai dengan aksi jual bersih (net sell) oleh penanam modal internasional dengan nilai akumulasi yang cukup besar , yakni mencapai kisaran Rp1,11 triliun.
Berdasarkan laporan riset harian dari Retail Research Analyst, Muhammad Lutfi Permana, barisan ekuitas blue chip papan atas yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Secara teknikal, pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan tren koreksi secara terbatas . Indeks akan menguji basis area batas bawah (support) di level 6.080 hingga 6.065. Sementara itu, untuk titik batas atas (resistance) kuat dipatok pada rentang 6.138 sampai 6.160.
Sentimen negatif pasar juga datang dari kiblat bursa global , Wall Street, yang mayoritas bertumbangan pada penutupan perdagangan Senin malam.
Koreksi tajam ini didorong oleh aksi pelepasan aset secara masif pada saham-saham sektor teknologi berkapitalisasi raksasa (big cap). Selain itu , saham SpaceX juga kembali terperosok hingga 16 persen , sekaligus membukukan rapor merah selama tiga hari berturut-turut.
Pada penutupan bursa AS, indeks S&P 500 terkoreksi 0,37 persen dan indeks padat teknologi Nasdaq Composite anjlok hingga 1,32 persen. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average justru berhasil selamat dan naik tipis 0,29 persen, ditopang oleh lonjakan harga saham Caterpillar yang melesat mendekati 4 persen.
Aksi jual massal sektor teknologi menyeret saham Alphabet ambles 5 persen, disusul Amazon yang merosot 4,8 persen. Emiten raksasa lainnya seperti Meta Platforms dan Microsoft juga ikut terdepresiasi masing-masing sebesar 2,3 persen dan 3 persen.
Meskipun sektor teknologi dilanda tekanan berat, lini bisnis semikonduktor masih mampu mencatatkan performa positif. Saham Micron Technology melonjak hampir 7 persen menjelang rilis kinerja finansial kuartalan mereka pada hari Rabu .
Baca Juga: IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
Emiten chip lainnya seperti Advanced Micro Devices (AMD) juga naik lebih dari 2 persen, serta Intel yang melesat hingga 5 persen. Di sisi lain, perhatian pasar global kini tengah terfokus pada rencana rilis data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Kamis (25/6).
Beralih ke wilayah Asia, indeks saham regional terpantau bergerak dengan arah yang beragam namun didominasi oleh zona hijau pada pembukaan awal pekan. Indeks Nikkei 225 Jepang sukses membukukan kenaikan 1,55 persen yang seirama dengan indeks Topix yang menguat 1,24 persen. Di bursa Korea Selatan, indeks Kospi menanjak 0,69 persen dan Kosdaq bertambah tipis 0,19 persen.
Performa kontras terlihat di bursa Hong Kong di mana indeks Hang Seng melorot 0,65 persen, sementara indeks ASX 200 Australia melemah 0,14 persen. Untuk wilayah Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times Singapura menguat 0,22 persen, sedangkan FTSE Malaysia tergerus 0,65 persen.
Dinamika pasar di Asia ini dipengaruhi oleh laporan geopolitik Timur Tengah, menyusul keputusan pihak Iran untuk menghentikan dialog setelah adanya ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, dari sektor kebijakan moneter, Bank Sentral China (PBoC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya (Loan Prime Rate/LPR) sesuai proyeksi pasar, yakni di level 3,00 persen untuk tenor 1 tahun dan 3,50 persen untuk tenor 5 tahun.
Ide Perdagangan Saham (Trading Idea) Hari Ini
Guna mengantisipasi potensi pelemahan IHSG, analis memberikan beberapa rekomendasi saham pilihan dengan skema beli bertahap (Speculative Buy) dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini :
- TINS (PT Timah Tbk): Rekomendasi Spec Buy di area Rp3.700 - Rp3.670. Target keuntungan terdekat di kisaran Rp3.800 - Rp3.860. Batas cut loss jika harga melorot di bawah Rp3.670.
- ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk): Rekomendasi Spec Buy di zona Rp2.280 - Rp2.270. Target target jangka pendek di level Rp2.340 - Rp2.360. Batas risiko cut loss di bawah Rp2.260.
- OASA (PT Maharaksa Biru Energi Tbk): Rekomendasi Spec Buy di area Rp264 - Rp262. Target sasaran terdekat di Rp270 - Rp274. Batas pengaman cut loss di bawah Rp260.
- GPSO (PT Geoprima Solusi Tbk): Rekomendasi Spec Buy pada rentang Rp484 - Rp480. Target realisasi terdekat di Rp494 - Rp500. Batas cut loss jika turun di bawah Rp476.
- AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk): Rekomendasi Spec Buy di wilayah Rp1.400 - Rp1.395. Target estimasi terdekat di Rp1.440 - Rp1.450. Batas risiko cut loss di bawah Rp1.390.
- BULL (PT Buana Lintas Lautan Tbk): Rekomendasi Spec Buy di area Rp382 - Rp380. Target harga terdekat di kisaran Rp392 - Rp396. Batas cut loss jika berada di bawah Rp378.
Disclaimer: Ulasan pergerakan teknikal IHSG, analisis bursa global Wall Street dan Asia, serta rekomendasi trading saham dalam artikel ini disajikan murni sebagai referensi informasi jurnalisme ekonomi publik. Artikel ini tidak mengandung instruksi resmi, paksaan hukum, atau ajakan komersial untuk melakukan transaksi jual-beli aset di pasar modal. Setiap aktivitas investasi saham sepenuhnya memiliki risiko kerugian finansial yang menjadi tanggung jawab mandiri dari masing-masing individu investor.
Berita Terkait
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun
-
BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional
-
Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%