- Keraguan investor terhadap monetisasi kecerdasan buatan memicu aksi jual masif di bursa saham global pada 23 Juni 2026.
- Indeks KOSPI Korea Selatan jatuh tajam hingga 10 persen akibat aksi jual bersih oleh investor asing dan institusi.
- IHSG Indonesia melemah 0,72 persen seiring sikap investor yang menanti pengumuman klasifikasi pasar dari Morgan Stanley Capital International.
Perhatian publik juga tertuju pada pergeseran peta kekuatan dua korporasi semikonduktor terbesar Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK hynix. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 25 tahun, nilai kapitalisasi pasar saham biasa SK hynix berhasil melewati Samsung Electronics.
Saham Samsung Electronics dibuka melemah 0,57 persen ke level 351.500 won dan terus tertekan hingga merosot 12,31 persen menjelang akhir sesi.
Sementara itu, SK hynix sempat bergerak menguat 0,31 persen di awal bursa akibat terdorong tren kenaikan indeks semikonduktor Philadelphia serta lompatan saham Micron di bursa AS. Namun, saham SK hynix akhirnya berbalik arah dan ditutup anjlok 12,47 persen akibat terseret penurunan pasar secara makro.
Kondisi ini memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar yang mengaitkannya dengan fenomena dot-com bubble tahun 2000, saat Cisco sempat menggeser Microsoft sebelum akhirnya pasar saham mengalami kejatuhan massal.
Kendati demikian, sebagian besar analis menilai kondisi saat ini berbeda , mengingat reli sektor AI saat ini masih ditopang oleh fundamental pertumbuhan laba bersih yang nyata.
Di tengah koreksi massal sektor chip , barisan saham baterai dan emiten yang terafiliasi dengan program peningkatan nilai perusahaan (Corporate Value-up) justru menguat. Saham LG Energy Solution terapresiasi 2,59 persen, Samsung Life Insurance melonjak 5,44 persen, Samsung C&T naik 3,46 persen, dan HD Hyundai Heavy Industries terangkat 2,52 persen.
Guncangan di Asia ini mengikuti penutupan Wall Street yang bergerak variatif. Indeks Dow Jones masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,29 persen ke level 51.712,71. Namun, indeks Nasdaq terjerembab 1,33 persen ke level 26.166,60 dan S&P 500 melorot 0,37 persen ke level 7.472,79.
Koreksi tajam Nasdaq dipicu oleh kejenuhan investor terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure) untuk infrastruktur AI yang belum sebanding dengan imbal hasil komersialnya . Saham Alphabet ambles 4,99 persen , sementara SpaceX terpuruk hingga 16,43 persen menyusul rencana penerbitan obligasi korporasi berkapasitas besar .
Disclaimer: Rangkuman pergerakan bursa global, koreksi indeks KOSPI, proyeksi teknikal IHSG, serta dinamika komoditas dalam artikel ini disajikan murni sebagai produk informasi jurnalisme ekonomi publik. Artikel ini tidak mengandung ajakan resmi, bentuk paksaan, atau rekomendasi komersial untuk melakukan aktivitas jual-beli saham dan aset finansial lainnya. Segala keputusan investasi sepenuhnya mengandung risiko finansial yang menjadi tanggung jawab mandiri dari masing-masing investor.
Baca Juga: Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
Berita Terkait
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I
-
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen