Bisnis / Makro
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB
Commercial and External Affairs Director PT SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro. [Suara.com/Novi Suci]
Baca 10 detik
  • CEO SiCepat Ekspres berkomitmen meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional pada forum DEAL 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
  • Para pelaku industri sepakat melakukan kolaborasi infrastruktur dan teknologi untuk mengatasi disparitas biaya pengiriman antarwilayah di Indonesia.
  • Efisiensi logistik bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang melibatkan 30 juta pelaku UMKM serta merchant di seluruh Indonesia.

Suara.com - Pelaku industri jasa kurir menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya peningkatan efisiensi biaya logistik nasional di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Komitmen tersebut disampaikan CEO PT SiCepat Ekspres Indonesia, Barry Lim, dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digelar di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026). 

Dalam forum itu, efisiensi biaya logistik menjadi salah satu agenda yang dibahas para pelaku industri dan pemerintah.

Barry mengatakan kolaborasi antarpelaku usaha logistik diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan distribusi barang di Indonesia, termasuk tingginya biaya logistik dan ketimpangan biaya pengiriman antarwilayah.

Ilustrasi logistik. [Pixabay/Geralt]

"Konsolidasi industri logistik bukan pilihan, melainkan keniscayaan. SiCepat siap menjadi bagian aktif dari transformasi ini," ujar Barry kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Saat ini biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Selain itu, disparitas biaya logistik antara wilayah Jawa dan luar Jawa masih mencapai 20 hingga 40 persen.

Di sisi lain, sektor e-commerce disebut menjadi kontributor terbesar ekonomi digital nasional dengan porsi sekitar 77 persen. 

Ekosistem tersebut melibatkan lebih dari 30 juta UMKM, merek, dan merchant yang bergantung pada layanan distribusi barang.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Dalam forum DEAL 2026, SiCepat tercatat sebagai salah satu peserta dari klaster konsolidator logistik nasional. 

Deklarasi yang ditandatangani para peserta mencakup komitmen kolaborasi operasional, pemanfaatan infrastruktur dan teknologi bersama, serta penguatan daya saing pelaku logistik domestik.

Industri pos dan kurir saat ini memproses lebih dari 25 juta paket per hari. Efisiensi logistik dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi digital, mengingat lebih dari 60 persen distribusi barang nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Berbagi infrastruktur, berkolaborasi dalam teknologi, dan bersama-sama membangun jaringan pengiriman yang efisien hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Ini komitmen kami kepada bangsa, bukan hanya kepada bisnis," pungkasnya.

Load More