Bisnis / Makro
Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB
Petugas melakukan pengisian avtur ke sebuah pesawat udara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (26/1).
Baca 10 detik
  • Harga avtur meroket 70%, memicu kenaikan tarif kargo udara (SMU) hingga 40%.
  • Pelaku usaha mulai beralih ke moda darat dan laut demi efisiensi biaya kirim.
  • ALDEI desak insentif dan evaluasi kebijakan avtur guna jaga stabilitas logistik.

Suara.com - Sektor logistik nasional mulai megap-megap dihantam lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur). Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) melaporkan adanya kenaikan tarif pengiriman udara yang cukup signifikan belakangan ini.

Berdasarkan catatan ALDEI, harga avtur telah meroket hingga 70 persen. Imbasnya, tarif Surat Muatan Udara (SMU) terkerek naik hingga menyentuh angka 40 persen. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi ekosistem ekonomi digital yang mengandalkan kecepatan distribusi.

Wakil Ketua Umum ALDEI, Jimi Krismiardi mengungkapkan, maskapai kargo tidak punya pilihan lain selain meneruskan beban operasional tersebut kepada pelanggan.

“Lonjakan harga avtur ini secara langsung meningkatkan biaya operasional maskapai kargo, yang kemudian diteruskan dalam bentuk kenaikan tarif SMU,” ujar Jimi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurut Jimi, dampak ini akan paling terasa pada sektor-sektor krusial seperti sektor e-commerce yang berpotensi menaikkan ongkos logistik, sektor manufaktur dengan biaya bahan baku dan distribusi barang jadi membengkak dan sektor layanan next-day delivery akan semakin mahal.

Efek domino dari mahalnya tarif kargo udara diprediksi akan mengubah pola pengiriman barang di tanah air. Jimi menyebut para pelaku usaha kini mulai melirik jalur darat dan laut sebagai alternatif yang lebih hemat biaya.

Namun, ia mewanti-wanti adanya risiko baru jika migrasi moda transportasi ini tidak dikelola dengan baik.

“Perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bottleneck (penyumbatan) baru di sektor darat dan laut, terutama dalam hal kapasitas dan infrastruktur,” tambahnya.

Menghadapi tantangan ini, ALDEI mendorong pemerintah untuk segera turun tangan. Ada beberapa langkah strategis yang diusulkan oleh asosiasi dengan meninjau kembali komponen biaya logistik, termasuk harga avtur agar tetap kompetitif, mengoptimalkan koneksi antara pelabuhan, bandara, dan jalur darat melalui digitalisasi dan memberikan stimulus bagi pengusaha jasa logistik yang terdampak langsung.

Baca Juga: Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

“Kami percaya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha dapat mengubah tantangan ini menjadi momentum memperkuat struktur logistik nasional yang lebih adaptif,” pungkas Jimi.

Load More