- Harga avtur meroket 70%, memicu kenaikan tarif kargo udara (SMU) hingga 40%.
- Pelaku usaha mulai beralih ke moda darat dan laut demi efisiensi biaya kirim.
- ALDEI desak insentif dan evaluasi kebijakan avtur guna jaga stabilitas logistik.
Suara.com - Sektor logistik nasional mulai megap-megap dihantam lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur). Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) melaporkan adanya kenaikan tarif pengiriman udara yang cukup signifikan belakangan ini.
Berdasarkan catatan ALDEI, harga avtur telah meroket hingga 70 persen. Imbasnya, tarif Surat Muatan Udara (SMU) terkerek naik hingga menyentuh angka 40 persen. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi ekosistem ekonomi digital yang mengandalkan kecepatan distribusi.
Wakil Ketua Umum ALDEI, Jimi Krismiardi mengungkapkan, maskapai kargo tidak punya pilihan lain selain meneruskan beban operasional tersebut kepada pelanggan.
“Lonjakan harga avtur ini secara langsung meningkatkan biaya operasional maskapai kargo, yang kemudian diteruskan dalam bentuk kenaikan tarif SMU,” ujar Jimi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menurut Jimi, dampak ini akan paling terasa pada sektor-sektor krusial seperti sektor e-commerce yang berpotensi menaikkan ongkos logistik, sektor manufaktur dengan biaya bahan baku dan distribusi barang jadi membengkak dan sektor layanan next-day delivery akan semakin mahal.
Efek domino dari mahalnya tarif kargo udara diprediksi akan mengubah pola pengiriman barang di tanah air. Jimi menyebut para pelaku usaha kini mulai melirik jalur darat dan laut sebagai alternatif yang lebih hemat biaya.
Namun, ia mewanti-wanti adanya risiko baru jika migrasi moda transportasi ini tidak dikelola dengan baik.
“Perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bottleneck (penyumbatan) baru di sektor darat dan laut, terutama dalam hal kapasitas dan infrastruktur,” tambahnya.
Menghadapi tantangan ini, ALDEI mendorong pemerintah untuk segera turun tangan. Ada beberapa langkah strategis yang diusulkan oleh asosiasi dengan meninjau kembali komponen biaya logistik, termasuk harga avtur agar tetap kompetitif, mengoptimalkan koneksi antara pelabuhan, bandara, dan jalur darat melalui digitalisasi dan memberikan stimulus bagi pengusaha jasa logistik yang terdampak langsung.
Baca Juga: Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
“Kami percaya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha dapat mengubah tantangan ini menjadi momentum memperkuat struktur logistik nasional yang lebih adaptif,” pungkas Jimi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja