- Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran Rp815 miliar pada RAPBN 2027 untuk pengadaan kompor listrik produksi dalam negeri.
- Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor LPG guna menekan beban subsidi serta devisa negara yang besar.
- Pemerintah tengah menyinkronkan penyesuaian daya listrik, instalasi kabel, dan alat masak pendukung bagi keluarga penerima manfaat.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan program pengadaan kompor listrik untuk tahun 2027 dengan anggaran sebesar Rp 815 miliar.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan bahwa pemerintah mengupayakan agar seluruh pengadaan alat masak tersebut tidak melalui jalur impor, melainkan mengoptimalkan hasil produksi dalam negeri.
"Jadi rapat yang kita lakukan, kita harus identifikasi. Ini kan, jangan kita membuat kebijakan ya ternyata kita impor lagi untuk kompor listriknya," kata Yuliot saat ditemui wartawan di Hotel Borubudur, Jakarta pada Rabu (24/6/2026).
Menurutnya terdapat perbedaan harga yang mencolok antara produk impor dengan produksi dalam negeri. Dengan mengoptimalkan produk dalam negeri akan menghasilkan volume unit yang lebih banyak dari alokasi anggaran yang ada.
"Jadi ini kita lakukan evaluasi lebih detail lagi. Jadi secara budget itu kan sudah disampaikan waktu di DPR kemarin ya. Tapi berapa unitnya? Ini kami dalami lagi," kata Yuliot.
Tidak hanya membahas mekanisme pengadaan, Kementerian ESDM juga mempertimbangkan berbagai turunananya seperti alat masak khusus seperti panci induksi, serta penguatan instalasi kabel di rumah tangga penerima manfaat.
Selain itu juga mencakup penyesuaian daya listrik, mengingat rata-rata rumah tangga sasaran saat ini memiliki daya 450 VA, sementara operasional kompor listrik membutuhkan daya sekitar 1.000 VA.
"Termasuk daya juga. Jadi kan rata-rata itu kalau ini kan daya 450. Ya kalau penggunaan kompor listrik itu kan daya itu sekitar 1000 ya kan ini kita harus sesuaikan semua," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik guna menekan ketergantungan impor LPG.
Baca Juga: Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini 80 persen kebutuhan LPG nasional masih diimpor hingga menguras devisa negara di atas Rp130 triliun per tahun dengan subsidi mencapai lebih dari Rp 80 triliun.
Guna mengatasi beban fiskal tersebut, pemerintah mendorong diversifikasi bauran energi alternatif, salah satunya melalui konversi ke kompor listrik.
Berita Terkait
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli