- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kenaikan harga BBM non-subsidi dipicu oleh konflik Amerika Serikat dan Iran.
- Pemerintah Indonesia optimistis harga BBM non-subsidi akan turun pada semester dua tahun 2026 akibat meredanya ketegangan global.
- Penurunan harga minyak dunia diproyeksikan dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia setelah melewati masa ujian ketidakpastian global tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini kalau harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi bakal segera turun di Indonesia, yang mana saat ini harga Pertamax (RON 92) mencapai Rp 16.250 per liter.
Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau kenaikan harga Pertamax terjadi lantaran adanya perang Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah yang juga berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
Akibat itu, ia mengakui kalau Pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM non subsidi, meskipun BBM subsidi seperti Pertalite masih dipertahankan.
"Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi. Walaupun yang bersubsidi kita pertahankan, tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan," katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Kamis (25/6/2026).
Namun Purbaya yakin kalau saat ini ada potensi harga minyak dunia turun di tengah menurunnya tensi perang Timur Tengah. Hal itu juga akan berdampak ke harga Pertamax dan komoditas lain.
Dengan demikian Purbaya meyakini kalau fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal semakin kuat.
"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat. Tapi kalau dari data yang kita lihat sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu," lanjutnya.
Bendahara Negara mengklaim kalau Pemerintah akan terus memperbaiki fondasi ekonomi yang sudah ada agar pertumbuhan lebih optimal. Ia tak menampik kalau saat ini keadaan memang masih belum ideal.
Tapi Purbaya mengakui kalau Pemerintah memang terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya Indonesia masih bertahan. Ia pun yakin harga Pertamax bisa turun di semester dua tahun ini yang juga berdampak ke perekonomian.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
"Saya harap ke depan dengan tadinya tadi prospek membaiknya kondisi di perang AS-Iran dan harga minyak yang lebih rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini. Mudah-mudahan hal ini terjadi terus," jelasnya.
Diketahui PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM Pertamax per 10 Juni 2026. Pertamax RON 92 naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green Ron 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Sementara harga produk bahan bakar non-subsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter. Jenis BBM ini dikarenakan sudah naik sebelumnya.
Berikut harga BBM Pertamina terbaru
- Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95) Rp 17.000 per liter
- Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter
- Dexlite Rp 23.000 per liter
- Pertamina Dex Rp 24.800 liter
- Solar Subsidi Rp 6.800 per liter
- Pertalite (RON 90) Rp 10.000 per liter
Berita Terkait
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
-
Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa
-
Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan
-
Mantan Jenderal Kuasai BUMN Tambang! Antam, Timah dan Bukit Asam Kini Dipimpin Lulusan Akmil
-
Dompet Lebih Aman! Harga Cabai, Ayam, dan Telur Turun Serentak Hari Ini
-
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000
-
Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini