- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak bertanggung jawab atas pemangkasan anggaran transfer ke daerah tahun 2026 mendatang.
- Kebijakan pemangkasan anggaran tersebut diklaim sebagai warisan dari masa jabatan Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Sri Mulyani Indrawati.
- Purbaya menyatakan pemangkasan dana bagi hasil daerah diperbolehkan secara hukum sesuai kondisi keuangan dalam UU APBN terbaru.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ogah disalahkan soal pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 yang diprotes para Pemerintah Daerah (Pemda).
Menkeu Purbaya menyebut kalau kebijakan potong anggaran TKD sudah dilakukan sejak zaman Menteri Sri Mulyani. Purbaya sendiri dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025.
"Bukan saya yang motong itu. Ibu Sri Mulyani duluan. Jadi saya pewaris saja. Jangan salahin saya dong," kelakar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Jumat (26/6/2026).
Saat menjabat Menkeu, Purbaya pun sempat mempertanyakan apakah Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Pemda bisa dipangkas. Sebab aturan sebelumnya tak memperbolehkan itu.
Namun Purbaya baru mengetahui bahwa pemangkasan anggaran DBH diperbolehkan setelah adanya Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) baru, yang mana itu dilakukan tergantung kepada kondisi keuangan negara.
"Orang saya bilang ada undang-undang yang setelah itu, Undang-Undang APBN boleh katanya, tergantung kepada kondisi keuangan negara. Tapi saya tetap merasa berdosa ke daerah," lanjutnya.
Purbaya berjanji kepada Pemda bahwa anggaran TKD bisa ditambah lantaran adanya kemungkinan harga minyak dunia turun. Sebab dari perang Amerika Serikat vs Iran, harga minyak dunia sempat mencapai lebih dari 100 Dolar AS per Barel.
Dari sana, Purbaya sudah merancang kemampuan APBN apabila dengan patokan rata-rata harga minyak dunia 100 Dolar AS per Barel. Apabila harga minyak global turun, ia berjanji akan memprioritaskan anggaran ke Pemda.
"Kalau turun lets say 75-80 (Dolar AS per Barel) sampai akhir tahun berarti kan ada sisa uang tuh. Nanti itu kan sisanya kita mungkin kita utamakan ke daerah ya. Saya mesti lapor ke Pak Presiden ya, ke daerah. Jadi ada ruang untuk itu," janji Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
Sekadar informasi, anggaran TKD 2026 saat ini mencapai Rp 693 triliun. Namun anggaran tahun ini turun dibandingkan TKD 2025 sebanyak Rp 919,9 triliun.
Berita Terkait
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang