Bisnis / Makro
Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pendanaan 17 miliar Dolar AS dari AIIB merupakan skema investasi proyek infrastruktur produktif.
  • Dana investasi dengan bunga rendah tersebut dapat dicairkan secara bertahap oleh pemerintah Indonesia hingga batas waktu tahun 2029.
  • Pemerintah Indonesia mengizinkan AIIB membuka kantor cabang di Jakarta pada Juni 2027 untuk melayani operasional di kawasan Asia Tenggara.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kalau pendanaan 17 miliar Dolar AS atau Rp 304,6 triliun (kurs Rp 17.919) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) hasil kunjungan kerja dari China bukanlah utang.

Diketahui Menkeu Purbaya melakukan kunjungan kerja ke China pekan lalu. Di sana ia menemui Menkeu China Lan Fo'an, Bank Sentral China, hingga sejumlah investor seperti AIIB.

"AIIB itu kan ngasih 17 miliar Dolar bukan ngutang, itu proyek financing sebetulnya," katanya saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa pendanaan itu seperti menarik orang untuk investasi di Indonesia. Investasi itu ditujukan untuk mendanai proyek produktif seperti pembangunan infrastruktur.

Selain itu, Purbaya mengklaim kalau pendanaan dari AIIB memiliki bunga lebih rendah, meskipun tidak disebutkan berapa angkanya. Nah dana ini bisa dipakai hingga tahun 2029.

"Itu available bisa diambil sampai 2029. Mereka bilang kalau proyeknya ada, ya sudah langsung cairkan," lanjut dia.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Kantor AIIB, Beijing, China. [Dok. Humas Kemenkeu]

Sebagai timbal balik, Purbaya mengatakan kalau Pemerintah RI bakal mengizinkan AIIB untuk membuka kantor cabang di Indonesia. Ia bakal menyediakan aset berupa tanah dan bangunan untuk AIIB.

Bendahara Negara juga berharap kantor cabang AIIB di Indonesia bisa digunakan sebagai pusat pelayanan mereka untuk membantu negara lain di kawasan Asia Tenggara. 

"Kan saya juga punya aset-aset yang enggak terpakai. Enggak apa-apa biar mereka punya kantor cabang di sini. Sehingga ASEAN dilayani nanti dari Jakarta, maunya saya begitu," imbuhnya.

Baca Juga: Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Lebih lanjut Purbaya menargetkan kantor cabang AIIB di Indonesia akan beroperasi Juni 2027. Dana dari AIIB juga dianggapnya sebagai investasi menguntungkan, yang mana itu bisa dipakai untuk membiayai program dari BPI Danantara.

"Jadi pembangunan kita dibiayai. Seperti investor masuk, tapi punya kita akhirnya. Kalau investor asing masuk juga karena mereka pinjam uang sana kan? Jadi bayar bunga, dan barangnya punya investor itu. Jadi untung, bukan rugi," jelas Purbaya.

Load More