Bisnis / Keuangan
Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB
IHSG tercatat anjlok 4,55% dalam sepekan. Indeks ditutup di level 5.896,134, turun dari posisi 6.177,139 pada penutupan pekan sebelumnya. Foto ANTARA.
Baca 10 detik
  • IHSG ambles 4,55% ke level 5.896 dalam sepekan.
  • Kapitalisasi pasar BEI susut Rp486 triliun menjadi Rp10.302 triliun.
  • Asing masih net sell Rp71,68 triliun sepanjang 2026.

Suara.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 22-26 Juni 2026 ditutup lesu. Hampir seluruh indikator perdagangan mengalami pelemahan, mulai dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi harian.

Mengutip data BEI, Sabtu (27/6/2026), IHSG tercatat anjlok 4,55% dalam sepekan. Indeks ditutup di level 5.896,134, turun dari posisi 6.177,139 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, nilai kapitalisasi pasar BEI juga ikut tergerus. Total kapitalisasi pasar menyusut 4,51% menjadi Rp10.302 triliun, dibandingkan Rp10.788 triliun pada pekan lalu. Artinya, nilai pasar saham Indonesia berkurang sekitar Rp486 triliun hanya dalam satu pekan.

Tak hanya harga saham yang melemah, aktivitas perdagangan juga ikut melambat. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 22,95% menjadi 1,73 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,24 juta kali transaksi.

IHSG merosot tajam pada perdagangan sesi I hari ini. [ANTARA].

Penurunan serupa terjadi pada rata-rata volume transaksi harian. Selama sepekan terakhir, volume perdagangan menyusut 26,01% menjadi 25,18 miliar lembar saham dari 34,03 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kontraksi cukup dalam. Nilainya turun 29,13% menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik. Pada perdagangan Jumat (26/6), investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp537,25 miliar.

Secara kumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp71,681 triliun. Besarnya arus dana keluar tersebut menunjukkan tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih belum mereda di tengah sentimen global maupun domestik yang membayangi pergerakan pasar.

Pelemahan IHSG yang diiringi penurunan kapitalisasi pasar serta merosotnya aktivitas transaksi mencerminkan tingginya tekanan jual di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan ini. Pelaku pasar kini menantikan katalis positif yang mampu mengembalikan minat investor dan menopang pergerakan IHSG pada perdagangan pekan depan.  

Baca Juga: Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Load More