Bisnis / Ekopol
Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Pimpin Rapat Koordinasi Bersama DEN dan BI (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga gas industri dari kisaran USD 20–23 menjadi USD 13 per MMBtu.
  • Kebijakan tersebut diambil dalam rapat koordinasi pemerintah dan DPR guna merespons kekhawatiran serikat pekerja terkait ancaman PHK.
  • Langkah penurunan harga gas ini bertujuan menjaga stabilitas lapangan kerja serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah, atas kebijakan penurunan harga gas industri yang dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas lapangan kerja.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan berbagai serikat pekerja yang mengkhawatirkan ancaman PHK akibat melambungnya biaya energi.

Keputusan penting ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, seusai mengikuti rapat koordinasi tingkat tinggi antara pemerintah dan DPR yang dipimpin oleh Dasco.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa harga gas industri yang sebelumnya sempat mencekik pelaku usaha di kisaran USD 20 hingga USD 23 per MMBtu, kini resmi dipangkas menjadi USD 13 per MMBtu.

"Kami sudah lapor bapak presiden, dan sudah dihitung, resmi gas untuk industri harganya turun menjadi 13 Dolar AS per MMBtu," kata Bahlil.

Mendengar laporan tersebut, Sufmi Dasco Ahmad langsung menyambut positif. Bagi politisi Partai Gerindra ini, penurunan harga gas bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama para buruh yang nasibnya bergantung pada keberlangsungan industri manufaktur.

Ia mengakui, tekanan biaya gas yang tinggi belakangan ini telah menciptakan ketegangan di kalangan pekerja.

"Terima kasih Pak Bahlil dan pemerintah. Tentu saja ini kabar gembira bagi kalangan industri, tapi terutama juga kawan-kawan serikat pekerja yang kemarin sudah melaporkan soal dampak kenaikan harga gas yang bisa menyebabkan PHK," kata Dasco.

Pertemuan koordinasi ini tidak hanya membahas soal harga gas secara parsial, tetapi merupakan bagian dari upaya besar mitigasi ekonomi nasional.

Baca Juga: Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Dasco menjelaskan, DPR sengaja mengundang berbagai elemen kunci penanggung jawab ekonomi untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

"Kami hari ini rapat koordinasi terkait pertumbuhan ekonomi, sekaligus mitigasi sejumlah hal," kata dia.

Rapat tersebut berlangsung secara komprehensif dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Dari sisi legislatif, Dasco didampingi oleh jajaran Wakil Ketua DPR lainnya seperti Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, hingga Sari Yuliati.

Selain itu, hadir pula Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, serta Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono, yang menunjukkan betapa seriusnya parlemen mengawal isu ketahanan ekonomi ini.

Di pihak pemerintah, hadir jajaran elit pengambil kebijakan, mulai dari Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.

Tak ketinggalan, otoritas moneter yang diwakili oleh Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono serta Ricky Perdana Gozali turut memberikan perspektif mengenai stabilitas nilai tukar dan likuiditas.

Kehadiran pihak Pertamina dan Pertagas juga menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pasokan gas setelah kebijakan harga baru ini diterapkan.

Dasco menekankan, keterlibatan lintas instansi ini sangat penting agar setiap masalah ekonomi mendapatkan solusi yang terintegrasi.

Ia meyakini bahwa kolaborasi antara DPR, Pemerintah, Dewan Ekonomi Nasional, dan Bank Indonesia akan mampu menciptakan tameng yang kuat bagi perekonomian domestik.

Load More