Bisnis / Energi
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Selasa (30/6/2026). [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM menyatakan mahalnya harga LNG industri disebabkan oleh tingginya biaya rantai pasok distribusi.
  • Pemerintah memutuskan menurunkan harga LNG industri dari kisaran 23 dolar AS menjadi 13 dolar AS per MMBTU.
  • Kebijakan penyesuaian harga melalui pemangkasan rantai pasok tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya PHK terhadap ribuan karyawan industri.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, penyebab harga LNG untuk industri menjadi mahal. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut penyebab harganya melambung tinggi karena rantai pasoknya.

"Kenapa LNG mahal? Kan ini gas baru keluar dari perut bumi harus dicairkan. Proses pencairan ini namanya LNG plan ada cost-nya (biayanya)," kata Loade saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Selasa (30/6/2026).

Setelah dicairkan, gas tersebut harus diangkut menggunakan kargo LNG dan kemudian melewati proses regasifikasi. Tingginya biaya rantai pasok membuat harga LNG sempat menyentuh angka 23 dolar AS per MMBTU.

Lonjakan harga tersebut dikeluhkan oleh para pelaku industri karena berisiko memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.

Belakangan pemerintah mengintervensi harga LNG industri, dari kisaran 20-23 dolar AS per MMBTU menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Laode menipis bahwa intervensi harga dilakukan melalui subsidi, namun melainkan memangkas biaya rantai pasok tersebut.

"Jadi kita mengatur saja dari hulunya berapa dikurangi. Kemudian pada saat LNG plannya berapa. Kemudian kargonya berapa, PGN-nya juga berapa." kata Laode.

Ilustrasi LNG. [Ist}

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengaku mendapatkan banyak masukan dari pelaku industri soal harga gas industri yang melambung tinggi.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, pemerintah memutuskan mengintervensi harga LNG menjadi 13 dolar AS per MMBTU.

Bahlil menyebut, keputusan itu diambil guna memastikan keberlanjutan nasib ribuan karyawan yang sebelumnya terancam PHK akibat tingginya harga gas industri.

Baca Juga: CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

"Kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah," kata Bahlil.

Load More