- Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.907 per dolar AS pada Selasa, 30 Juni 2026.
- Pelemahan dipicu sentimen negatif pasar ekuitas domestik serta penguatan dolar AS pasca keputusan Mahkamah Agung Amerika.
- Kondisi ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia pada perdagangan hari tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren negatif pada penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026) sore. Performa lesu mata uang Garuda ini sebenarnya sudah terkonfirmasi sejak pembukaan pasar pagi tadi.
Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah hari ini resmi ditutup di level Rp 17.907 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 56 poin atau merosot 0,31 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.851 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah sore ini utamanya dipicu oleh minimnya gairah di pasar modal dalam negeri.
"Rupiah ditutup melemah di tengah sentimen risk off yang kuat di pasar ekuitas domestik," ujar Lukman.
Selain faktor domestik, keperkasaan dolar AS di tingkat global turut memperparah keadaan. Mata uang paman sam tersebut mendapatkan stimulus positif setelah Mahkamah Agung AS memblokir upaya Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook.
Keputusan hukum ini dinilai pasar berhasil mengukuhkan independensi bank sentral AS (The Fed), sehingga membuat investasi berbasis dolar kembali diburu.
Kondisi eksternal ini diprediksi masih akan membayangi pergerakan rupiah hingga esok hari. Namun, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada rapor ekonomi dalam negeri yang akan segera dirilis.
"Untuk besok, hasil data perdagangan dan inflasi Indonesia akan menentukan arah rupiah," jelas Lukman menambahkan.
Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tiarap
Baca Juga: Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
Nasib kurang beruntung tidak hanya dialami oleh rupiah. Sentimen global ini turut menyeret mayoritas mata uang di kawasan Asia ke zona merah pada perdagangan sore ini.
Berikut adalah rincian pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS:
Won Korea: Menjadi yang paling babak belur dengan pelemahan terdalam mencapai 0,76 persen.
Peso Filipina: Melemah 0,27 persen.
Yen Jepang: Terdepresiasi 0,19 persen.
Rupee India: Turun 0,14 persen.
Berita Terkait
-
Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya