Suara.com - PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek strategis yang dibangun atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini ditargetkan siap beroperasi pada Juli 2026 untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah, melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Menteri Dody.
Dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektar dengan kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan pendidikan terpadu ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan memberikan suasana belajar yang nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Mendukung target pemerintah tersebut, Brantas Abipraya terus mengakselerasi penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor ini. BUMN konstruksi ini memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.
Sebagai salah satu kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya berhasil menjaga progres pembangunan tetap sesuai target meski dihadapkan pada tantangan kondisi geografis yang cukup kompleks. Hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
Beragam fasilitas modern dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan, meliputi gedung sekolah untuk setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Brantas Abipraya percaya bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup berat,” ujar Dian.
Baca Juga: Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional
Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kondisi lahan berkontur dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem. Sebelum konstruksi dimulai, tim proyek harus melakukan pekerjaan pematangan lahan melalui metode cut and fill selama kurang lebih dua bulan. Selain itu, tingginya intensitas hujan serta akses menuju lokasi yang terbatas turut menjadi tantangan dalam proses mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi.
Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan optimal, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan.
Pembangunan proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja serta mendapat dukungan 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP). Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jasinga dan sekitarnya.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Dian.***
Berita Terkait
-
Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?