- Harga minyak dunia naik pada 1 Juli 2026 akibat meningkatnya ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat.
- Harga minyak Brent dan WTI meningkat setelah Iran menolak pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat di Doha.
- Kenaikan harga dipicu oleh penurunan stok minyak Amerika Serikat serta ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah tersebut.
Suara.com - Harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan Rabu 1 Juli 2026, akibat meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah setelah Iran menolak untuk bertemu langsung dengan utusan Amerika Serikat (AS).
Penolakan ini dinilai memperkeruh ketegangan di tengah kesepakatan gencatan senjata sementara dari perang yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir.
Mengutip dari Reuters harga minyak mentah Brent naik 50 sen atau 0,69 persen menjadi 73,45 dolar AS per barel pada pukul 12.08 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 63 sen atau 0,91 persen ke posisi 70,13 dolar AS per barel.
Sebelumnya, menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, bersama utusan Steve Witkoff tiba di Doha untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi.
Namun, pihak Iran dan Qatar selaku tuan rumah menyatakan bahwa utusan AS tersebut hanya akan bertemu dengan pihak mediator, bukan langsung dengan perwakilan Iran.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dilaporkan menjadi salah satu pihak yang menemui Witkoff dan Kushner. Kenaikan harga hari ini terjadi setelah pasar minyak sempat mengalami penurunan tajam.
Sepanjang kuartal pertama dan kedua tahun ini, harga Brent jatuh sekitar 45 dolar AS per barel, mencatat kerugian kuartalan terbesar sejak krisis keuangan 2008.
Minyak mentah AS juga merosot sekitar 31 dolar AS, penurunan kuartalan terdalam sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Penurunan tersebut sempat terjadi seiring adanya kemajuan dalam upaya penghentian konflik di Timur Tengah.
Hasil survei Reuters pada Selasa kemarin, menunjukkan bahwa para analis telah memangkas perkiraan harga minyak untuk tahun 2026 untuk pertama kalinya sejak perang Iran dimulai.
Baca Juga: Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
Langkah ini diambil setelah harga minyak naik selama lima bulan berturut-turut, mengingat pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang.
Terkait jalur pelayaran tersebut, Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk memungut biaya atau tol terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Vance juga menyatakan bahwa lalu lintas kapal tanker di jalur krusial tersebut mulai pulih dan aliran minyak mentah telah kembali ke tingkat sebelum perang.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh menyusutnya stok di AS. Berdasarkan data dari American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS turun 6,1 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 26 Juni, diikuti dengan penurunan stok bensin.
Saat ini, pelaku pasar tengah menunggu rilis data cadangan minyak resmi dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang dijadwalkan keluar pada Rabu pagi waktu setempat.
Berita Terkait
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif
-
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik
-
Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026
-
IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing
-
Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat
-
Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!
-
Kinerja Emiten Tak Jelek, Misbakhun Heran IHSG Terus Anjlok
-
Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw
-
Prediksi IHSG Hari Ini dan Saham-saham Rekomendasi Analis
-
Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera