Bisnis / Energi
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Baca 10 detik
  • Penyusutan tersebut kini menempatkan stok SPR AS berada di angka 325,7 juta barel, yang merupakan level terendah sejak Mei 1983.
  • Pelepasan pasokan skala besar ini sengaja ditempuh untuk menambal celah defisit inventaris minyak global.
  •  Agregat cadangan minyak AS kini tersisa 743,3 juta barel. 

Suara.com - Volume persediaan minyak mentah yang tersimpan dalam Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) dilaporkan kembali merosot tajam sebesar 5,5 juta barel.

Berdasarkan data resmi terbaru dari Departemen Energi (DoE) AS, penyusutan tersebut kini menempatkan stok SPR AS berada di angka 325,7 juta barel, yang merupakan level terendah sejak Mei 1983.

Langkah pengurasan cadangan darurat ini merupakan bagian dari realisasi kesepakatan pemerintah Negeri Paman Sam untuk melepas total 172 juta barel minyak dari fasilitas kubah bawah tanah mereka.

Pelepasan pasokan skala besar ini sengaja ditempuh untuk menambal celah defisit inventaris minyak global pasca-pecahnya perang dengan Iran, sekaligus membantu menekan lonjakan harga bahan bakar di tingkat konsumen .

Selain dipicu oleh pelepasan terencana untuk pasar dunia, stok minyak mentah komersial di AS juga mengalami penurunan yang sangat agresif dalam beberapa minggu terakhir.

Kondisi ini disebabkan oleh tingginya volume ekspor serta kuatnya tingkat penyerapan dari kilang domestik AS yang tengah menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan global terhadap minyak Amerika .

Secara akumulatif, sejak ketegangan perang tersebut meletus pada akhir Februari lalu , total persediaan minyak menyeluruh AS—yang menggabungkan stok komersial swasta dan stok cadangan negara (SPR)—telah berkurang sebanyak 111,4 juta barel.

Hingga posisi pencatatan per 19 Juni, agregat cadangan minyak AS kini tersisa 743,3 juta barel. Angka total inventaris tersebut tercatat menjadi yang paling minim sejak tahun 1984 .

Baca Juga: Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

Load More