Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB
Pelemahan rupiah pada Kamis (2/7/3036) terjadi setelah Fitch Ratings memperingatkan terkait penyusutan cadangan devisa serta defisit neraca perdagangan domestik Indonesia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.996 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
  • Pelemahan terjadi setelah Fitch Ratings memperingatkan terkait penyusutan cadangan devisa serta defisit neraca perdagangan domestik Indonesia.
  • Sentimen negatif investor terhadap kebijakan pemerintah memicu arus keluar modal sehingga rupiah melemah dibanding mata uang Asia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus kehilangan daya setelah lembaga pemeringkat Fitch Rating memperingatkan soal semakin susutnya cadangan devisa dan terus kaburnya investor dari Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah pada Kamis 2 Juli 2026 ditutup ke level Rp 17.996 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini artinya nilai tukar melemah 43 poin atau 0,24 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.520 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan sentimen domestik. Pasalnya lembaga Fitch Rating memperingatkan tentang cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya akan cukup untuk membiayai impor selama 4,9 bulan - lebih rendah dari negara-negara yang setara dengan Indonesia.

"Penurunan cadangan devisa dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan terhadap profil peringkat kredit Indonesia. Selain itu, defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020 pada Mei, di tengah penurunan ekspor yang tidak terduga turut memberikan tekanan terhadap rupiah," kata Lukman kepada Suara.com.

Tidak hanya itu Fitch Rating juga menekankan bahwa kredibilitas kebijakan pemerintah juga membuat para investor semakin takut untuk menaruh duit mereka di Tanah Air.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS seiring sentimen domestik yang memburuk setelah Fitch Ratings memperingatkan bahwa arus keluar modal yang berkelanjutan," jelas dia.

Pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yen jepang mengalami penguatan terbesar di Asia dengan naik 0,48 persen.

Diikuti ringgit Malaysia melesat 0,48 persen, baht Thailand yang terkerek 0,25 persen dan dolar Singapur yang menanjak 0,19 persen.

Won Korea juga naik 0,14 persen, Peso Filipina melesat 0,12 persen dan yuan China terangkat 0,06 persen.

Baca Juga: Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Menemani rupiah ada dolar Taiwan yang melemah 0,13 persen.

Load More