Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi. Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, mengatakan penerapan tata kelola yang baik bukan lagi sekadar memenuhi kepatuhan, melainkan menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Foto ist.
Baca 10 detik
  • GCG dinilai jadi kunci daya saing dan kepercayaan pasar.
  • Askrindo raih Indonesia Excellent GCG Award 2026.
  • Transparansi dan digitalisasi diperkuat demi bisnis berkelanjutan.

Suara.com - Praktik tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) kini semakin menjadi faktor penentu daya saing perusahaan di tengah meningkatnya ketidakpastian bisnis dan tuntutan transparansi. Di Indonesia, kebutuhan memperkuat tata kelola dinilai semakin mendesak seiring masih rendahnya kualitas pengendalian korupsi dan tingginya ekspektasi publik terhadap integritas korporasi.

Berdasarkan Worldwide Governance Indicators (WGI) 2024, Indonesia mencatat skor Control of Corruption sebesar 48,63, yang menunjukkan masih adanya ruang besar untuk memperbaiki tata kelola. Sementara itu, survei PwC 2025 menunjukkan sekitar 73% CEO di kawasan Asia-Pasifik menilai risiko regulasi menjadi faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan bisnis. Di sisi lain, Edelman Trust Barometer 2025 mencatat tingkat kepercayaan karyawan terhadap perusahaan mencapai 92%, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan tersebut.

Di tengah tantangan tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG), meraih Indonesia Excellent Good Corporate Governance (GCG) Award 2026.

Penghargaan bertema Building Trust Through Future-Ready Governance itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten sekaligus adaptif terhadap perubahan lanskap bisnis.

Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, mengatakan penerapan tata kelola yang baik bukan lagi sekadar memenuhi kepatuhan, melainkan menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

"Di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap transparansi dan akuntabilitas, Askrindo terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance sebagai fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat serta pemangku kepentingan. Kami memandang GCG sebagai strategic enabler yang memastikan perusahaan tumbuh secara sehat, resilien, dan berkelanjutan," ujar Mahelan.

Menurutnya, penguatan GCG dilakukan melalui penerapan manajemen risiko yang lebih prudent, peningkatan efektivitas pengendalian internal, hingga percepatan digitalisasi untuk mendukung transparansi dan kualitas pengambilan keputusan.

Langkah tersebut dinilai penting karena perusahaan saat ini tidak hanya dituntut mencetak kinerja keuangan yang baik, tetapi juga mampu membangun kredibilitas melalui tata kelola yang kuat. Hal itu menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor maupun pelaku pasar dalam menilai prospek sebuah perusahaan.

Mahelan menambahkan, Askrindo akan terus menyelaraskan implementasi GCG dengan praktik terbaik global melalui penguatan budaya integritas, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi.

Baca Juga: Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

"Kepercayaan adalah aset utama perusahaan. Karena itu, tata kelola yang kuat akan terus menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di masa depan," tutupnya.

Load More