Bisnis / Makro
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB
Seluruh BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia telah menyelesaikan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Danantara sendiri terus menunda laporan keuangannya. [Antara]
Baca 10 detik
  • Seluruh BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia telah menyelesaikan laporan keuangan untuk tahun buku 2025 dengan hasil positif.
  • Manajemen Danantara menyatakan laporan keuangan konsolidasian masih dalam proses audit resmi dan belum diumumkan kepada masyarakat umum.
  • Danantara merealisasikan investasi strategis, seperti pengembangan ekosistem haji dan proyek energi sampah, menggunakan dividen BUMN tahun 2025.

Suara.com - Danantara Indonesia mengatakan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalam ekosistemnya sudah merampungkan laporan keuangan tahun buku 2025. Tetapi Danantara sendiri belum akan mengumumkan laporan keuangannya.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas di Jakarta, Kamis (2/7/2026) mengatakan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku, dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian Rohan tidak merinci kapan tepatnya Danantara akan mengumumkan laporan keuangan 2025 ke publik.

Sebelumnya pada Juni lalu koalisi masyarakat sipil sudah mendesak Danantara untuk merilis laporan kinerja tahunan 2025, laporan keuangan tahun 2025, dan laporan keuangan triwulan pertama 2026.

Tetapi hingga saat ini laporan-laporan tersebut belum juga dibuka ke publik. Alhasil transparansi Danantara terus dipertanyakan.

Laporan keuangan BUMN

Di sisi lain Rohan menerangkan untuk saat ini, berdasarkan laporan keuangan seluruh BUMN, ada beberapa perusahaan yang tumbuh positif pada periode April 2025 hingga April 2026.

Beberapa contoh perusahaan BUMN yang mencatatkan kinerja positif periode April 2025-April 2026, diantaranya PT Pertamina mencatatkan peningkatan laba 80 persen year on year (yoy) menjadi Rp24,9 triliun per April 2026, dan PT Pupuk Indonesia mencatatkan peningkatan laba 202 persen (yoy) menjadi Rp3,2 triliun per April 2026.

Lalu, Pelindo mencatatkan peningkatan laba 169 persen (yoy) menjadi Rp900 miliar per April 2026, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan peningkatan laba 15 persen (yoy) menjadi Rp21,2 triliun pada April 2026

Baca Juga: BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham

Kemudian, PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba Rp635 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp981 miliar, dan PT Kimia Farma Tbk mencatatkan laba Rp108 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp160 miliar.

BUMN yang mencatatkan laba dari sebelumnya rugi tersebut seiring aksi restrukturisasi dan capital support dari PT Danantara Asset Management (DAM)

Selain peningkatan kinerja laporan keuangan, Danantara juga telah mulai merealisasikan mandat investasinya, melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025.

“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar Rohan.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan, diantaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah, untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.

Kemudian, proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” ujar Rohan.

Load More