- Seluruh BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia telah menyelesaikan laporan keuangan untuk tahun buku 2025 dengan hasil positif.
- Manajemen Danantara menyatakan laporan keuangan konsolidasian masih dalam proses audit resmi dan belum diumumkan kepada masyarakat umum.
- Danantara merealisasikan investasi strategis, seperti pengembangan ekosistem haji dan proyek energi sampah, menggunakan dividen BUMN tahun 2025.
Suara.com - Danantara Indonesia mengatakan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalam ekosistemnya sudah merampungkan laporan keuangan tahun buku 2025. Tetapi Danantara sendiri belum akan mengumumkan laporan keuangannya.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas di Jakarta, Kamis (2/7/2026) mengatakan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku, dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian Rohan tidak merinci kapan tepatnya Danantara akan mengumumkan laporan keuangan 2025 ke publik.
Sebelumnya pada Juni lalu koalisi masyarakat sipil sudah mendesak Danantara untuk merilis laporan kinerja tahunan 2025, laporan keuangan tahun 2025, dan laporan keuangan triwulan pertama 2026.
Tetapi hingga saat ini laporan-laporan tersebut belum juga dibuka ke publik. Alhasil transparansi Danantara terus dipertanyakan.
Laporan keuangan BUMN
Di sisi lain Rohan menerangkan untuk saat ini, berdasarkan laporan keuangan seluruh BUMN, ada beberapa perusahaan yang tumbuh positif pada periode April 2025 hingga April 2026.
Beberapa contoh perusahaan BUMN yang mencatatkan kinerja positif periode April 2025-April 2026, diantaranya PT Pertamina mencatatkan peningkatan laba 80 persen year on year (yoy) menjadi Rp24,9 triliun per April 2026, dan PT Pupuk Indonesia mencatatkan peningkatan laba 202 persen (yoy) menjadi Rp3,2 triliun per April 2026.
Lalu, Pelindo mencatatkan peningkatan laba 169 persen (yoy) menjadi Rp900 miliar per April 2026, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan peningkatan laba 15 persen (yoy) menjadi Rp21,2 triliun pada April 2026
Baca Juga: BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham
Kemudian, PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba Rp635 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp981 miliar, dan PT Kimia Farma Tbk mencatatkan laba Rp108 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp160 miliar.
BUMN yang mencatatkan laba dari sebelumnya rugi tersebut seiring aksi restrukturisasi dan capital support dari PT Danantara Asset Management (DAM)
Selain peningkatan kinerja laporan keuangan, Danantara juga telah mulai merealisasikan mandat investasinya, melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025.
“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar Rohan.
Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan, diantaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah, untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
Kemudian, proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.
“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” ujar Rohan.
Berita Terkait
-
Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
-
Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi
-
Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce
-
PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei
-
Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini
-
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur
-
BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo
-
Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus