Bisnis / Makro
Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:31 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kepala BP BUMN Dony Oskaria melaporkan sebanyak 240 perusahaan BUMN telah berhasil dikonsolidasi hingga Juli 2026 demi rampingnya struktur organisasi.
  • Dony Oskaria memimpin rapat internal pada Kamis, 2 Juli 2026 di Jakarta untuk membahas percepatan integrasi serta optimalisasi pengelolaan aset.
  • Konsolidasi dan integrasi aset ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendorong nilai ekonomi bagi negara.

Suara.com - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan BUMN kini semakin ramping, setelah dilakukannya konsolidasi. Setidaknya, 240 BUMN telah dikonsolidasikan hingga Juli 2026.

Langkah konsolidasi tersebut menjadi bagian dari agenda besar transformasi BUMN yang kini juga dibarengi dengan optimalisasi pengelolaan aset negara agar semakin terintegrasi.

Sebagai bagian dari proses itu, Dony Oskaria, pada Kamis (2/7), memimpin rapat internal untuk membahas perkembangan merger pengelolaan aset BUMN. Pertemuan tersebut difokuskan untuk memastikan proses integrasi aset berjalan sesuai rencana dan memperkuat efektivitas pengelolaan portofolio perusahaan pelat merah.

BP BUMN [Ist]

Pembahasan dalam rapat menitikberatkan pada progres integrasi pengelolaan aset agar lebih efisien, terkoordinasi, serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN secara berkelanjutan.

Melalui pengelolaan yang semakin terintegrasi, aset-aset BUMN diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Langkah tersebut juga diyakini mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.

"Kita ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat," ujar Dony di Jakarta yang dikutip, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, konsolidasi ratusan entitas BUMN merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat dan memiliki daya saing tinggi. Dengan struktur yang lebih ramping, pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih cepat, sementara pemanfaatan aset dapat dilakukan secara lebih optimal.

BP BUMN bersama Danantara pun akan terus mendorong konsolidasi dan optimalisasi pengelolaan aset sebagai bagian dari transformasi BUMN yang berkelanjutan.

Melalui pengelolaan aset yang semakin terintegrasi, BUMN diharapkan menjadi lebih efisien, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Baca Juga: 73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

Load More