- Harga minyak Brent dan WTI naik tipis pada Jumat (3/7/2026) akibat sentimen optimisme perdamaian AS-Iran di Timur Tengah.
- PT Pertamina menyesuaikan penurunan harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2026 menyesuaikan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
- Kuwait dan Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak setelah Selat Hormuz kembali dibuka pasca-kesepakatan damai sementara antara AS-Iran.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Pergerakan ini dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor menjelang libur panjang akhir pekan di Amerika Serikat (AS), yang berbarengan dengan munculnya rasa optimisme atas upaya perdamaian antara AS dan Iran di Timur Tengah.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 01.55 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent merangkak naik 17 sen atau 0,24% ke level US$ 72,10 per barel. Sementara itu, komoditas West Texas Intermediate (WTI) terkerek 14 sen atau 0,20% ke posisi US$ 68,83 per barel.
Aktivitas perdagangan di pasar komoditas AS sendiri dilaporkan akan tutup lebih awal pada hari Jumat ini, guna menyambut Hari Kemerdekaan AS (Independence Day) yang jatuh pada hari Sabtu.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, kedua tolok ukur harga minyak global tersebut sempat menyentuh level terendahnya sejak sebelum ketegangan militer antara AS-Israel dan Iran pecah pada akhir Februari lalu.
Sepanjang pekan ini, pergerakan harga tergolong sangat fluktuatif namun berakhir mendatar. Brent mencatatkan pelemahan tipis 0,02% secara mingguan, sedangkan WTI menguat tipis 0,12%.
Pola ini menjadi catatan pergerakan mingguan terkecil bagi kedua komoditas energi tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini adalah cerminan dari sikap optimisme yang penuh kehati-hatian. Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian ini akan bertahan, namun para pelaku pasar tetap memproteksi posisi mereka (hedging) sampai melihat bukti nyata yang meyakinkan di perairan,” ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade, dikutip dari Reuters.
Lantas kapan BBM di Indonesia bakal turun lagi?
Harga BBM non-subsidi di Indonesia umumnya turun secara bertahap setiap awal bulan, seperti penyesuaian terbaru yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Baca Juga: Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit
PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga beberapa produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex agar sejalan dengan pergerakan harga minyak mentah dunia.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM biasanya melakukan evaluasi dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi setiap bulan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia (seperti Brent dan WTI) serta nilai tukar rupiah. Sementara itu, untuk harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Biosolar) harganya tidak mengikuti fluktuasi minyak dunia dan tetap disesuaikan oleh keputusan pemerintah.
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina di wilayah Jawa (termasuk Yogyakarta) per 1 Juli 2026 :
Pertalite: Rp 10.000/liter (Tetap)
Biosolar: Rp 6.800/liter (Tetap)
Pertamax (RON 92): Rp 16.250/liter (Tetap)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.300/liter (Turun)
Dexlite: Rp 19.700/liter (Turun)
Pertamina Dex: Rp 21.150/liter (Turun)
Selat Hormuz Dibuka, Kuwait dan Arab Saudi Kebut Ekspor
Sinyal positif di sektor pasokan kian menguat seiring langkah beberapa negara produsen minyak yang mulai menggenjot kembali roda produksinya.
Hal ini menyusul dibukanya kembali Selat Hormuz, yang sebelum konflik pecah menjadi jalur krusial bagi distribusi seperlima pasokan harian minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?
-
Menkeu Mengatakan Pemerintah Mulai Cabut Subsidi BBM Pekan Depan
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
-
CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS