- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kinerja DJKN dalam mengelola aset negara masih lemah dan lambat dalam digitalisasi.
- DJKN kesulitan menunjukkan data aset kasus BLBI dengan cepat saat diminta oleh Menteri Keuangan di Jakarta, Jumat (3/72/2026).
- Menteri Keuangan menginstruksikan Direktur Jenderal baru, Evita Manthovani, memperbaiki birokrasi DJKN yang sering dikeluhkan instansi lain karena dianggap berbelit.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih perlu dibenahi.
Salah satu yang ia keluhkan adalah DJKN masih kurang dalam mengelola aset negara, termasuk digitalisasi.
"Saya kemarin ke kantor DJKN, masih banyak kelemahan di cara kita mengelola kekayaan negara. Saya pernah minta dibuatkan peta di mana semua aset ada di peta itu. Sudah ada, maju sebagian, tapi masih belum terlalu jelas," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (3/72/2026).
Purbaya mengeluhkan kalau DJKN sudah bertahun-tahun berdiri, namun digitalisasi yang dilakukan justru cenderung lambat.
Bendahara Negara kemudian menyinggung soal kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Saat meminta berapa aset negara yang dimiliki dari kasus BLBI, DJKN ternyata kesulitan menemukan daftar aset tersebut.
"Ketika saya tanya, coba kasih lihat aset-aset BLBI yang ada di kita. Lima menit enggak keluar gambarnya, enggak keluar angkanya. Artinya belum ada. Bagaimana kita bisa mengelola aset seperti itu," keluhnya.
Tak hanya itu, Purbaya juga mengakui kalau DJKN kerap menjadi keluhan dari kementerian lain karena dianggap berbelit.
"Terus terang saya banyak mendapat protes dari kementerian-kementerian lain dan pihak luar selama ini. Katanya kalau masuk ke DJKN pasti kusut, enggak selesai," timpal dia.
Baca Juga: Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global
Maka dari itu, Ia meminta Evita Manthovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara yang baru dilantiknya untuk memperbaiki kinerja DJKN.
"Kita harus perbaiki terus ke depannya. Jangan sampai seperti itu lagi ya Bu Evita ya," jelas Purbaya.
Berita Terkait
-
Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional
-
Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok
-
B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana
-
2 Cara Tukar Uang Rusak di Bank, Bisa Datang Langsung atau Lewat Aplikasi
-
Aturan Baru Komisi Ojol Resmi Berlaku, Penumpang Siap-siap Bayar Lebih Mahal
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas
-
Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!
-
"Ini Bukan Keputusan yang Mudah" Akankah Tokopedia Bakal Senasib dengan Bukalapak?
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan