- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melarang Dirjen Anggaran baru menyetujui usulan tambahan anggaran secara langsung demi disiplin fiskal.
- Pemerintah menargetkan penjagaan defisit APBN agar tetap aman dengan menyeleksi ketat setiap usulan belanja kementerian dan lembaga.
- Setiap usulan tambahan anggaran harus memenuhi kriteria program prioritas presiden yang berdampak luas serta memiliki perencanaan terukur.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta bawahannya untuk tidak langsung menyetujui usulan tambahan anggaran dari kementerian maupun lembaga (K/L) demi menjaga disiplin fiskal.
Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya usai melantik Sudarto sebagai Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang sebelumnya dijabat Luky Alfirman.
Purbaya mengakui kalau banyak K/L yang mengajukan anggaran belanja tambahan (ABT) kepada Kemenkeu. Ia memerintahkan Sudarto untuk hati-hati dan tidak langsung menyetujui usulan tersebut.
"Jangan sampai gara-gara ABT, anggaran kita terganggu. Yang penting adalah pastikan kementerian lembaga mengerti bahwa disiplin fiskal kita akan belanjakan sesuai dengan yang dianggarkan," katanya, dikutip Jumat (3/7/2026).
Bendahara Negara menegaskan kalau Kemenkeu bakal menjaga semaksimal mungkin tambahan anggaran yang akan berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bahkan membuat Belanja Negara tidak terkendali.
"Saya sering mengingatkan bahwa tidak semua permintaan anggaran harus dipenuhi. Yang harus kita penuhi adalah program yang benar-benar prioritas, berdampak bagi rakyat, dan dapat dipertanggungjawabkan," bebernya.
Selain itu, lanjutnya, setiap usulan anggaran harus diuji secara tegas. Purbaya memberikan syarat apakah anggaran tambahan itu memang prioritas presiden, manfaatnya jelas, pelaksanaannya siap, dan jumlahnya wajar. Ia meminta agar usulan anggaran tidak langsung diloloskan.
Purbaya lalu bercerita kalau dirinya sempat dikritik ceroboh lantaran diam saja ketika ada banyak belanja K/L. Dia pun sempat memberikan jawaban berbelit, meskipun pertanyaan itu ada benarnya.
Makanya Purbaya meminta Dirjen Anggaran baru untuk membuat tim khusus untuk mengawasi tambahan anggaran K/L. Ia juga kembali menyinggung soal belanja motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI
"Jaga defisit dalam batas aman, pastikan negara hadir untuk pendidikan, kesehatan, pangan, energi, UMKM, perumahan, dan program-program presiden lainnya," tegas Purbaya.
Berita Terkait
-
Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI
-
Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global
-
Perkuat Kompetensi Digital, Kemnaker Gandeng Xlsmart Siapkan SDM Masa Depan
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026
-
Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah
-
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya
-
Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN