Foto / News
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan keynote speech usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan XLSmart di Kantor XLSmart Tower, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys (kiri) dan Sekretaris Direktorat Jenderal Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan Memey Meirita Handayani (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan XLSmart di Kantor XLSmart Tower, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) berfoto bersama Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys (kedua kanan), Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Wahab (kiri), Direktur and Chief People Officer XLSmart Jeremiah Ratadhi (kedua kiri), dan Sekretaris Direktorat Jenderal Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan Memey Meirita Handayani (kanan) seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan XLSmart di Kantor XLSmart Tower, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys (kiri) dan Sekretaris Direktorat Jenderal Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan Memey Meirita Handayani (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan XLSmart di Kantor XLSmart Tower, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Program tersebut menghadirkan ekosistem karier end-to-end yang menghubungkan pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga akses kerja bagi talenta digital Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri.

Kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, sehingga peserta memperoleh keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan teknologi dan lebih siap memasuki pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai transformasi dunia kerja menuntut angkatan kerja terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, kebutuhan industri kini semakin berorientasi pada keterampilan, termasuk di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan otomasi.

Kemitraan ini melanjutkan langkah Kemnaker menggandeng berbagai perusahaan untuk memperluas akses pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja sebagai upaya meningkatkan daya saing SDM nasional di era digital. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More