- IHSG ditutup menguat 1,19 persen ke level 5.986 pada perdagangan hari Senin, 7 Juli 2026 di Bursa Efek.
- Investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp205,38 miliar di tengah penguatan indeks saham di Indonesia tersebut.
- Sektor keuangan, material dasar, dan saham siklikal menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan nilai transaksi Rp10,392 triliun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih menguat hingga akhir perdagangan, Senin, 7 Juli 2026. IHSG melesat lebih dari 1 persen.
Meski IHSG menguat, investor asing masih gemar melakukan aksi jual pada perdagangan hari ini.
Mengutip data Phillip Sekuritas Indonesia, investor asing membukukan jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp205,38 miliar pada perdagangan hari ini.
Dengan data itu, secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date/YTD), investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp89,27 triliun.
Di tengah aksi jual tersebut, sejumlah saham perbankan dan komoditas justru menjadi incaran investor asing, berikut daftarnya:
Top Saham Net Foreign Buy:
- BBCA: Rp274,79 miliar
- BBRI: Rp54,29 miliar
- ADRO: Rp37,90 miliar
- AMMN: Rp27,97 miliar
- BBNI: Rp23,81 miliar
Sementara itu, aksi jual asing terbesar terjadi pada sejumlah saham berikut.
Top Saham Net Foreign Sell:
- BMRI: Rp178,53 miliar
- TPIA: Rp106,87 miliar
- MAPI: Rp71,58 miliar
- TLKM: Rp53,89 miliar
- BRMS: Rp40,38 miliar
Adapun, IHSG ditutup menguat 70,42 poin atau 1,19 persen ke level 5.986. Penguatan indeks didukung aktivitas perdagangan yang cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp10,392 triliun dan volume perdagangan sebanyak 22,364 miliar saham. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.489,057 triliun.
Baca Juga: BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus
Secara keseluruhan, sebanyak 430 saham menguat, 212 saham melemah, sementara sisanya bergerak stagnan.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh sektor keuangan, basic material, dan saham siklikal. Sektor keuangan menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks dengan tambahan 11,605 poin, disusul basic material 7,219 poin, dan sektor siklikal 3,928 poin.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
-
Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia
-
Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026
-
Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai
-
Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras
-
Nasib Baru Fintech RI di Era Universal Banking
-
BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Promo Spesial MyBluebird, Mobilitas Jadi Lebih Hemat