Bisnis / Properti
Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB
Ilustrasi jaringan Indosat. [Indosat]
Baca 10 detik
  • Kondisi stabilitas harga ini sangat positif untuk menjaga pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU).
  • PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil mempertahankan posisinya sebagai saham pilihan utama (top pick).
  • Saham-sektor ini dilaporkan masih diperdagangkan pada level valuasi yang sangat atraktif dan tergolong murah

Suara.com - Persaingan industri telekomunikasi tanah air yang kian sehat dan rasional memicu optimisme baru di kalangan analis pasar modal.

Lembaga sekuritas BNI Sekuritas resmi menaikkan pandangan investasi (view sector) jangka pendek 3 bulan untuk industri telekomunikasi menjadi Overweight dari yang sebelumnya Neutral.

Perseroan juga tetap mempertahankan status Overweight untuk jangka panjang 12 bulan ke depan.

Keputusan peningkatan rating sektor ini didasarkan pada hasil pemantauan saluran distribusi (channel checks) terbaru. Data di lapangan mengindikasikan bahwa peta kompetisi tarif antardistributor tetap berjalan secara rasional pasca-pemberlakuan regulasi pendaftaran kartu perdana berbasis biometrik.

BNI Sekuritas menilai, kondisi stabilitas harga ini sangat positif untuk menjaga pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU).

Di antara jajaran emiten halo-halo, PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil mempertahankan posisinya sebagai saham pilihan utama (top pick).

Daya tarik ISAT ditopang oleh kesuksesan korporasi dalam merampungkan proses pemisahan unit bisnis serat optik (fiber carve-out) serta kepemilikan struktur neraca keuangan yang sangat sehat.

Lebih lanjut, emiten ini memiliki fleksibilitas keuangan yang tinggi berkat kepemilikan dana kas jumbo senilai Rp9,9 triliun.

Likuiditas yang melimpah tersebut memberikan ruang opsi strategis yang luas bagi manajemen untuk mengalokasikannya ke dalam berbagai inisiatif pertumbuhan bisnis baru atau mendistribusikannya kembali kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

Baca Juga: BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat

Di sisi lain, daya pikat investasi di sektor telekomunikasi Indonesia secara keseluruhan juga diperkuat oleh faktor valuasi. Hingga saat ini, saham-sektor ini dilaporkan masih diperdagangkan pada level valuasi yang sangat atraktif dan tergolong murah, yakni berada di kisaran mendekati 4.0 kali EV/EBITDA untuk proyeksi tahun fiskal 2026.

Desclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai sarana informasi jurnalistik terkait riset pasar modal dan analisis kinerja emiten, serta tidak dimaksudkan sebagai bentuk rekomendasi, ajakan, atau instruksi mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu (TLKM, ISAT, EXCL). Kinerja saham di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Transaksi di pasar modal mengandung risiko finansial yang tinggi akibat fluktuasi harga saham, perubahan kebijakan regulasi spektrum, dan kondisi makroekonomi. Investor diwajibkan melakukan riset mandiri secara mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil keputusan investasi.

Load More