- Danantara berminat menjadi pemegang saham BEI usai demutualisasi.
- OJK targetkan aturan demutualisasi BEI rampung September 2026.
- Reformasi bursa diyakini tingkatkan transparansi dan daya tarik investor.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan minatnya untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi bursa yang tengah disiapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap reformasi pasar modal nasional sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan investor.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proses demutualisasi merupakan reformasi penting yang akan membawa BEI menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Karena itu, Danantara membuka peluang untuk ikut berpartisipasi dalam struktur kepemilikan bursa setelah regulasi tersebut resmi berlaku.
"Danantara berminat terhadap proses demutualisasi yang dilakukan oleh OJK dan Bursa. Ini merupakan langkah yang memang perlu dilakukan agar bursa kita menjadi lebih baik dari sisi tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas," ujar Rosan usai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Rosan, keterlibatan sovereign wealth fund atau badan pengelola investasi negara dalam kepemilikan bursa bukanlah hal baru. Model tersebut telah diterapkan di sejumlah negara dan dinilai mampu memperkuat kredibilitas sekaligus mendukung pengembangan pasar modal dalam jangka panjang.
Meski demikian, Danantara masih mengkaji besaran porsi saham yang akan diambil setelah proses demutualisasi rampung. Kajian tersebut dilakukan sambil menunggu regulasi final yang tengah disusun oleh OJK.
"Kami masih mengkaji berapa persen kepemilikannya. Yang jelas, tujuannya bersama-sama membangun bursa agar menjadi lebih baik dan optimal," kata Rosan.
OJK sendiri menargetkan Peraturan OJK (POJK) mengenai demutualisasi Bursa Efek Indonesia dapat diselesaikan pada September 2026. Penyusunan aturan tersebut dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari reformasi besar pasar modal Indonesia.
Demutualisasi merupakan perubahan struktur kepemilikan bursa dari yang sebelumnya dimiliki oleh anggota bursa menjadi perusahaan dengan kepemilikan yang lebih terbuka. Reformasi ini diharapkan dapat memperkuat independensi pengelolaan BEI sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Selain menyiapkan aturan demutualisasi, OJK juga menjalankan sejumlah pembenahan yang menjadi perhatian lembaga indeks global MSCI. Beberapa kebijakan yang tengah diterapkan antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham, penerapan sistem penyaringan terhadap emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholder Concentration/HSC), serta penerapan ketentuan batas minimal kepemilikan saham publik (free float) secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.
Baca Juga: Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?
Rangkaian reformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan likuiditas, memperkuat integritas pasar modal Indonesia, dan menarik lebih banyak investasi domestik maupun asing. Apabila Danantara resmi menjadi salah satu pemegang saham BEI pasca-demutualisasi, langkah tersebut berpotensi menjadi tonggak baru dalam transformasi bursa sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata investor global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal