- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp418,11 triliun dengan pertumbuhan dua digit selama Semester I-2026.
- Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau meningkat 40,8 persen secara tahunan hingga Semester I-2026.
- Perbaikan kualitas aset ditandai dengan penurunan rasio NPL menjadi 2,99 persen melalui strategi transformasi bisnis yang konsisten.
Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat penyaluran kredit tumbuh dua digit menjadi Rp418,11 triliun pada Semester I-2026. Meski agresif
Perbaikan kualitas aset tersebut turut menopang kinerja keuangan perseroan. Hingga semester I 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau melonjak 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, capaian tersebut menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan berjalan sesuai rencana.
"Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini," ujar Nixon di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun hingga semester I 2026, meningkat 11,2 persen dibandingkan Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan kredit perumahan sebesar 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun dari sebelumnya Rp317,77 triliun. Sementara itu, kredit non-perumahan melonjak 46,1 persen menjadi Rp85,22 triliun dari Rp58,34 triliun pada semester I 2025.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi motor utama pembiayaan perumahan dengan pertumbuhan 8,1 persen menjadi Rp196,96 triliun.
Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada akhir Oktober 2025 telah tersalurkan sebesar Rp4,1 triliun hingga Juni 2026.
Di sisi lain, BTN justru mampu memperbaiki kualitas portofolio pembiayaannya. Rasio NPL turun menjadi 2,99 persen dari 3,3 persen pada semester I 2025.
Baca Juga: BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
Tak hanya itu, indikator risiko lainnya juga menunjukkan tren membaik. Loan at Risk (LAR) turun menjadi 18,6 persen dari sebelumnya 20,2 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) berhasil ditekan menjadi 0,7 persen dari 2,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Nixon, perbaikan kualitas aset tersebut tidak lepas dari transformasi yang dilakukan perseroan, termasuk penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses bisnis, optimalisasi neraca, hingga implementasi AI Governance.
"Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon.
BTN juga mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 12,4 persen secara tahunan menjadi Rp545,16 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,6 persen menjadi Rp433 triliun.
Untuk memperkuat bisnis di luar pembiayaan perumahan, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai sekitar Rp12,6 triliun.
Nixon menjelaskan seluruh portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas atau performing loan, sehingga turut mendukung perbaikan kualitas aset dan meningkatkan profitabilitas perseroan.
"Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang," pungkas Nixon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ekonomi RI Baik-baik Saja, Buktinya Aktivitas Bisnis di Dalam Negeri Meningkat
-
Toko Emas di Aceh Selatan Dirampok Pria Bersenjata
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Meski Gencar Salurkan Kredit Rp418 Triliun, NPL BTN Justru Menyusut di Semester I-2026
-
4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
-
Kemajuan yang Tidak Selalu Merata: Teknologi dan Wajah Baru Kemiskinan
-
3 Korban Ledakan Bom Sisa Perang di Biak Berhasil Diidentifikasi
-
Kurikulum Pendidikan Baru Bakal Ajarkan Bahaya LGBTQ Sejak SD hingga SMA
-
Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya
-
5 Tone Up Sunscreen yang Aman Tutup Jerawat dan Kemerahan, Mulai dari Rp20 Ribuan