- Lembaga pengelola dana abadi Norwegia memiliki saham di 23 emiten Bursa Efek Indonesia per 30 Juni 2026.
- Kepemilikan saham terbesar berada pada PT AKR Corporindo Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk secara persentase.
- Investasi strategis tersebut diproyeksikan memberikan total pendapatan dividen jumbo mencapai Rp171,98 miliar bagi pemerintah Norwegia.
Selanjutnya, kontribusi tebal diikuti oleh emiten MYOR dengan proyeksi senilai Rp20,74 miliar, serta pasokan dari BTPS yang diperkirakan berada di kisaran Rp17,68 miliar.
Pundi-pundi pendapatan pasif lembaga asing ini juga akan diperkuat oleh setoran dividen dari emiten ESSA senilai Rp14,57 miliar, MIKA sebesar Rp14,03 miiliar, CTRA mencapai Rp13,70 miliar, dan produsen farmasi KLBF sebesar Rp12,26 miliar.
Sektor pertambangan TINS diperkirakan ikut menyumbang Rp8,25 miliar, disusul MPMX sebesar Rp7,65 miliar, ARCI senilai Rp7,56 miliar, dan peritel telepon seluler ERAA sebesar Rp6,81 miliar.
Sisa pemenuhan target dividen lainnya akan dipasok secara akumulatif dari emiten ARNA sebesar Rp4,91 miliar, MSTI senilai Rp4,80 miliar, MIDI sebesar Rp4,77 miliar, MAPI sebanyak Rp1,79 miliar, ASSA senilai Rp1,51 miliar, SMRA sebesar Rp1,11 miiliar, serta kontribusi dari KIJA dan WIFI masing-masing sebesar Rp604 juta dan Rp164 juta.
Desclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai sarana pemberitaan informasi jurnalistik terkait keterbukaan data kepemilikan efek ekuitas asing di pasar modal domestik. Struktur portofolio saham, persentase kepemilikan, serta nilai realisasi dividen tunai bersifat dinamis dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan korporasi serta kondisi volatilitas pasar modal. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, prospektus, atau rekomendasi finansial untuk mentransaksikan saham-saham yang disebutkan. Pembaca diharapkan bijak dan melakukan analisis mandiri yang mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil keputusan investasi keuangan.
Tag
Berita Terkait
-
4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
-
IHSG Terbang 4,24% Sepekan, Market Cap Naik Jadi Rp10.749 Triliun
-
Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?
-
Skandal Investasi? Pejabat AS Raup Untung Fantastis dari IPO SpaceX
-
BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Purbaya Sebut Kegiatan PFII Pakai Valuta Asing, Komunikasi Bahasa Inggris
-
4 Lipstik Buttonscarves Beauty Diskon sampai 80% di Shopee, Harga Mulai Rp60 Ribuan!
-
Pakai Masker dan Berjalan Cepat, Raja Juli Cuma Ucap 'Terima Kasih' Saat Ditanya Soal KPK
-
Persis Solo Datangkan Terens Puhiri untuk Pegadaian Championship 2026/2027
-
Satu Siswa SD Meninggal, Luthfi Pastikan Korban Kecelakaan KA Semarang dapat Perawatan Penuh
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Pemain Baru Persija Langsung Angkat Topi Merasakan Atmosfer Dilatih Shin Tae-yong
-
Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil
-
John Herdman Pusing Cari Kiper Ketiga Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Bongkar Sikap Presiden, Habiburokhman: Kader Sendiri Ditangkap Pun Pak Prabowo Tak Intervensi