Bisnis / Keuangan
Minggu, 19 Juli 2026 | 16:38 WIB
Timnas Norwegia disambut lebih dari 100 ribu suporter di Oslo usai tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026. Erling Haaland dkk tetap dielu-elukan bak juara. [Dok. IG Timnas Norwegia]
Baca 10 detik
  • Lembaga pengelola dana abadi Norwegia memiliki saham di 23 emiten Bursa Efek Indonesia per 30 Juni 2026.
  • Kepemilikan saham terbesar berada pada PT AKR Corporindo Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk secara persentase.
  • Investasi strategis tersebut diproyeksikan memberikan total pendapatan dividen jumbo mencapai Rp171,98 miliar bagi pemerintah Norwegia.

Selanjutnya, kontribusi tebal diikuti oleh emiten MYOR dengan proyeksi senilai Rp20,74 miliar, serta pasokan dari BTPS yang diperkirakan berada di kisaran Rp17,68 miliar.

Pundi-pundi pendapatan pasif lembaga asing ini juga akan diperkuat oleh setoran dividen dari emiten ESSA senilai Rp14,57 miliar, MIKA sebesar Rp14,03 miiliar, CTRA mencapai Rp13,70 miliar, dan produsen farmasi KLBF sebesar Rp12,26 miliar.

Sektor pertambangan TINS diperkirakan ikut menyumbang Rp8,25 miliar, disusul MPMX sebesar Rp7,65 miliar, ARCI senilai Rp7,56 miliar, dan peritel telepon seluler ERAA sebesar Rp6,81 miliar.

Sisa pemenuhan target dividen lainnya akan dipasok secara akumulatif dari emiten ARNA sebesar Rp4,91 miliar, MSTI senilai Rp4,80 miliar, MIDI sebesar Rp4,77 miliar, MAPI sebanyak Rp1,79 miliar, ASSA senilai Rp1,51 miliar, SMRA sebesar Rp1,11 miiliar, serta kontribusi dari KIJA dan WIFI masing-masing sebesar Rp604 juta dan Rp164 juta.

Desclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai sarana pemberitaan informasi jurnalistik terkait keterbukaan data kepemilikan efek ekuitas asing di pasar modal domestik. Struktur portofolio saham, persentase kepemilikan, serta nilai realisasi dividen tunai bersifat dinamis dan sepenuhnya bergantung pada kebijakan korporasi serta kondisi volatilitas pasar modal. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, prospektus, atau rekomendasi finansial untuk mentransaksikan saham-saham yang disebutkan. Pembaca diharapkan bijak dan melakukan analisis mandiri yang mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil keputusan investasi keuangan.

Load More