Bisnis / Keuangan
Minggu, 19 Juli 2026 | 10:31 WIB
Kinerja IHSG moncer pada pekan ini membuat market cap ikut melonjak. [Ist/Antara]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia menguat 4,24 persen menjadi 6.175 selama periode 13–17 Juli 2026.
  • Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat 3,95 persen menjadi Rp10.749 triliun akibat penguatan indeks serta tingginya aktivitas transaksi.
  • Rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian di pasar saham mengalami kenaikan signifikan dibandingkan pekan perdagangan sebelumnya.

Suara.com - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat gemilang pada pekan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat selama periode 13–17 Juli 2026 menguat 4,24 persen dan ditutup di level 6.175, naik dari posisi 5.924,360 pada akhir pekan sebelumnya.

Kinerja moncer ini membuat nilai market cap atau kapitalisasi pasar melonjak.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan mayoritas indikator perdagangan saham selama sepekan bergerak di zona hijau dengan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

"Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada pekan ini meningkat sebesar 3,95 persen menjadi Rp10.749 triliun, seiring dengan penguatan IHSG dan meningkatnya aktivitas transaksi di pasar," ujarnya di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Kinerja IHSG moncer pada pekan ini. [Antara]

Berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi, yakni sebesar 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun, dibandingkan Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham, dari sebelumnya 20,49 miliar lembar saham.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 24,60 persen menjadi 2,33 juta kali transaksi, dibandingkan 1,87 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas investor asing pada perdagangan Jumat (17/7) mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp638,05 miliar.

Meski demikian, secara kumulatif sejak awal tahun 2026, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp75,712 triliun.

Baca Juga: Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?

Load More