- PT AXA Financial Indonesia dan Liberty Society Foundation memberdayakan 100 perempuan rentan di Jakarta melalui program Aman Untuk Semua.
- Kegiatan sejak 2020 ini fokus memberikan edukasi literasi keuangan, perlindungan finansial, serta keterampilan ekonomi sirkular bagi para peserta.
- Program ini bertujuan mengatasi kesenjangan literasi keuangan guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan para perempuan pelaku UMKM.
Suara.com - PT AXA Financial Indonesia (AFI) bekerja sama dengan Liberty Society Foundation (LSF) menggelar program pemberdayaan bagi 100 perempuan dari berbagai komunitas di Jakarta.
Program ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan, perlindungan finansial, serta pengembangan keterampilan ekonomi sirkular guna mendukung kemandirian ekonomi peserta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aman Untuk Semua yang telah dijalankan sejak 2020.
Peserta berasal dari kelompok yang dinilai rentan secara finansial, seperti ibu tunggal, pekerja sektor informal, perempuan berpenghasilan rendah, hingga perempuan yang putus sekolah.
Program ini digelar di tengah masih adanya kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.
Selisih tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan tanpa pemahaman yang memadai.
Selain itu, data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sekitar 64 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran perempuan dalam perekonomian, sekaligus pentingnya penguatan kapasitas mereka dalam mengelola keuangan.
Baca Juga: Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menilai peningkatan literasi keuangan masih menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan menunjukkan bahwa upaya meningkatkan literasi keuangan masih sangat relevan. Di AXA Financial Indonesia, kami percaya bahwa ketika perempuan memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh diri mereka sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan komunitas di sekitarnya," ucap Niharika Yadav.
"Melalui program Aman Untuk Semua, kami ingin membantu perempuan membangun ketahanan finansial yang lebih kuat sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya."
Pelatihan mencakup pengelolaan anggaran rumah tangga, penyusunan dana darurat, perencanaan keuangan jangka panjang, hingga edukasi mengenai perlindungan finansial dan pencegahan penipuan digital.
Peserta juga mendapat pelatihan ekonomi sirkular yang diharapkan dapat membuka peluang usaha baru.
CEO Liberty Society Foundation, Tamara Gondo, mengatakan literasi keuangan dan ekonomi sirkular saling melengkapi dalam mendorong kemandirian perempuan.
"Bagi Liberty Society Foundation, literasi keuangan dan ekonomi sirkular bukan dua program yang berjalan sendiri-sendiri, keduanya adalah satu jalan yang sama menuju kemandirian," kata Tamara Gondo.
"Ibu tunggal yang belajar menyusun anggaran rumah tangga dan perempuan yang mengubah limbah tekstil menjadi produk bernilai jual sama-sama sedang membangun hal yang sama: kendali atas hidup mereka sendiri."
"Kolaborasi dengan AXA Financial Indonesia membuktikan bahwa perusahaan besar dan komunitas akar rumput bisa duduk di ruang yang sama, belajar bersama, dan menghasilkan dampak yang nyata dan bisa direplikasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Babak Baru Kehidupan Perempuan, Apa yang Terjadi Saat Perimenopause?
-
'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans
-
Diborgol di Myawaddy Myanmar, 2 WNI Disiksa Sindikat Scam dan Diperas Rp220 Juta
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Perempuan dan Tren Capsule Wardrobe: Bikin Hemat atau Cuma Hype Sesaat?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus