- IHSG diprediksi rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini karena gagal menembus level resistance di angka 6.300.
- Analisis BNI Sekuritas menetapkan kisaran level support IHSG berada di rentang 6.100 hingga 6.200 untuk hari ini.
- Sentimen negatif pasar global akibat lonjakan harga minyak memicu tekanan pada bursa saham Amerika dan Asia.
Sentimen pasar global sempat membaik pada sesi pagi setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa saluran diplomasi masih terbuka melalui negara perantara.
Namun, harga minyak kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan "membayar berkali-kali lipat" atas tewasnya tiga personel militer AS dalam serangan terbaru.
Di tengah tekanan tersebut, saham semikonduktor AS bangkit dari aksi jual pekan lalu, dipimpin Micron Technology (naik hampir 2%), Astera Labs (naik 1,9%), Teradyne (melonjak 3,5%), dan AMD (bertambah 1,6%).
Di kawasan regional, bursa saham Asia mayoritas bergerak melemah pada perdagangan Senin (20/7) setelah lonjakan harga minyak mentah menembus level US$ 90 per barel, yang memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Minyak mentah Brent ditutup di level US$ 89,22 per barel, sementara jenis WTI berada di posisi US$ 83,23 per barel. Escalasi militer AS yang melancarkan serangan hari kesembilan secara berturut-turut serta balasan dari Iran turut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Di tengah kondisi bursa Jepang yang tutup karena libur nasional, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,5%, Kosdaq menurun 5,3%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,06%. Berbeda dengan tren kawasan, pasar saham China justru menguat 1,5% dan Hang Seng Hong Kong melesat 2,36%.
Desclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai produk informasi jurnalistik dan edukasi pasar modal berdasarkan rilis riset resmi BNI Sekuritas serta data pasar global. Seluruh data keuangan, angka indeks, dan rekomendasi saham bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi riil di pasar saham. Aktivitas investasi dan perdagangan saham mengandung risiko kerugian finansial yang tinggi. Pembaca diharapkan bijak serta melakukan analisis mandiri secara mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil tindakan transaksi keuangan.
Berita Terkait
-
Amerika Bom Iran, Rupiah Tersungkur
-
Harga Minyak Dunia Turun Begitu Iran Nyatakan Siap Negosiasi dengan Syarat
-
IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok
-
Fakta BBM B50: Tidak Direkomendasikan untuk Semua Jenis Mobil Diesel
-
Astra (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek