Bisnis / Properti
Rabu, 22 Juli 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi bisnis properti. (Dok. Paramount Land)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial triwulan I 2026 turun 25,67 persen secara tahunan.
  • Golf Island PIK menawarkan hunian siap huni di kawasan Pantai Indah Kapuk dengan fasilitas lengkap dan beroperasi penuh.
  • Penghuni dapat langsung menikmati berbagai fasilitas komersial serta akses tol cepat tanpa perlu menunggu pembangunan kawasan.

Suara.com - Di tengah perlambatan pasar properti nasional, pengembang mulai mengubah strategi untuk menarik minat pembeli.

Kini, masyarakat dinilai tidak lagi hanya mempertimbangkan bentuk bangunan atau luas lahan saat membeli rumah, tetapi juga melihat apakah kawasan di sekitarnya sudah berkembang dan siap menunjang aktivitas sehari-hari.

Pergeseran preferensi itu muncul seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi waktu dan kemudahan akses fasilitas.

Bank Indonesia (BI) mencatat harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2026 masih tumbuh terbatas sebesar 0,62 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, penjualan properti residensial justru turun 25,67 persen (yoy).

Meski demikian, mayoritas transaksi pembelian rumah masih dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan porsi mencapai 69,87 persen dari total transaksi.

Di saat permintaan rumah belum sepenuhnya pulih, konsep hunian di kawasan yang telah hidup dengan fasilitas lengkap mulai menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan pengembang.

Model ini dinilai mampu mengurangi kekhawatiran pembeli yang selama ini harus menunggu bertahun-tahun hingga sebuah kawasan berkembang dan fasilitas penunjangnya tersedia.

Salah satu konsep tersebut ditawarkan melalui Golf Island PIK yang menghadirkan hunian siap huni di kawasan Pantai Indah Kapuk. Berada di kawasan tepi laut yang telah berkembang, penghuni disebut dapat langsung memanfaatkan berbagai fasilitas penunjang tanpa harus menunggu pembangunan kawasan selesai.

Beragam fasilitas yang telah beroperasi di sekitar kawasan antara lain Pantjoran PIK, Batavia PIK, By The Sea, Sedayu Indo Golf, hingga Central Market PIK. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat di kawasan itu.

Baca Juga: Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun

Sales & Marketing Director PIK2 Lucia Aditjakra mengatakan seluruh fasilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi penghuni karena dapat langsung dinikmati sejak menempati rumah.

"Nikmati kemudahan untuk memulai pagi dengan berjalan santai di tepi laut, menikmati beragam kuliner di Pantjoran PIK, menghabiskan waktu bersama keluarga di Batavia PIK, By The Sea, bermain golf di Sedayu Indo Golf, hingga berbelanja kebutuhan harian di Central Market PIK," ucapnya kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Dari sisi keamanan, Golf Island PIK menerapkan sistem pengamanan selama 24 jam yang didukung CCTV, Main Control Room, serta patroli keamanan yang beroperasi sepanjang hari.

Bagi masyarakat yang ingin langsung menempati rumah, tersedia unit Palm Tipe 8 x 25 dengan tiga kamar tidur dan satu kamar servis. Unit tersebut dipasarkan mulai Rp7 miliar dan dapat langsung dihuni setelah proses pembelian selesai.

Selain fasilitas, kawasan itu juga didukung akses menuju Tol PIK yang diklaim dapat ditempuh sekitar lima menit serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 15 menit, sehingga mobilitas menuju berbagai wilayah Jakarta menjadi lebih mudah.

"Semua bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit, bahkan semua bisa ditempuh dengan berjalan kaki," ujarnya.

Load More