Bisnis / Energi
Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi Proyek Migas.
Baca 10 detik
  • Konstruksi FPSO Bahtera Haluan Lestari untuk North Hub Development Project dimulai di Tanjung Balai Karimun.
  • Proyek migas senilai 11,8 miliar dolar AS di Cekungan Kutai ini ditargetkan berproduksi pada kuartal IV 2028.
  • Proyek strategis nasional tersebut diharapkan menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Suara.com - Proyek hulu migas ultra-dalam North Hub Development Project resmi memasuki tahap konstruksi yang ditandai dengan pemotongan baja pertama (first steel cutting) fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).

Proyek bernilai investasi total 11,8 miliar dolar AS tersebut mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.

Dari total investasi tersebut, sekitar 2,9 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk pembangunan FPSO.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan, proyek ini ditargetkan mulai memproduksi gas sebesar 1.000 MMSCFD dan kondensat 80.000 BCPD pada kuartal IV 2028.

Ilustrasi Proyek Migas

"Kita berharap proyek ini menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," ujar Djoko lewat keterangannya yang dikutip pada Jumat (24/7/2026). 

Djoko menambahkan, North Hub Development Project yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diperkirakan menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja serta melibatkan industri fabrikasi lepas pantai dalam negeri.

"North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas yang pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri," kata Djoko. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi menyatakan komitmennya untuk menjaga jadwal pengerjaan agar target onstream atau produksi perdana pada 2028 dapat tercapai secara tepat waktu.

Baca Juga: Tepis Isu Dibawa ke Jawa, ESDM Tegaskan Gas Blok Andaman Prioritas untuk Aceh

Load More