- Ketua Umum HKI Akhmad Maruf Maulana menyatakan proyek PSN dan KEK menghadapi banyak kendala lapangan di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.
- HKI mengundang berbagai kementerian dalam Rakernas untuk menagih kepastian pemerintah terkait penyelesaian hambatan investasi kawasan industri tersebut.
- HKI meminta Kementerian Perindustrian mendorong pemerintah daerah agar mempercepat penerbitan perizinan serta rekomendasi proyek strategis nasional.
Suara.com - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mengeluhkan pelaksanaan sejumlah proyek berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dinilai masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Padahal, proyek-proyek tersebut diharapkan menjadi motor penggerak investasi dan industri nasional.
Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, mengatakan pihaknya sengaja mengundang sejumlah kementerian dan lembaga dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKI untuk meminta penjelasan mengenai berbagai hambatan yang dihadapi pelaku kawasan industri.
"Maka kami mengundang beberapa kementerian, Menteri Lingkungan, ATR/BPN, BKPM, DEN, Pak Menko, di mana adanya banyak teman-teman yang ekspansi, Pak Menteri, baik itu PSN, baik itu KEK, tidak berjalan di lapangan, Pak Menteri," kata Maruf di hadapan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Menurut Maruf, pelaku kawasan industri membutuhkan kepastian dari pemerintah mengenai arah penyelesaian berbagai persoalan yang menghambat realisasi investasi.
"Kami akan menagih, Pak Menteri, supaya mereka bisa memberi jawaban pasti sebenarnya arahnya mau dibawa ke mana kita ini," ujarnya.
Ia menuturkan, berbagai investasi yang berhasil diperoleh pengelola kawasan industri hingga kini masih terbentur persoalan di lapangan. Karena itu, HKI berharap pemerintah dapat mempercepat penyelesaian hambatan tersebut agar investasi segera terealisasi.
"Kami ini murni pelaku industri yang harapan kami ada kejelasan di lapangan, karena investasi yang kami dapat memenuhi hambatan-hambatan yang luar biasa di lapangan, Pak Menteri," kata Maruf.
Maruf mengungkapkan, persoalan proyek PSN dan KEK juga telah disampaikan kepada sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: HKI Ngadu ke Menperin, Sebut Pemda Lamban Terbitkan Izin Kawasan Industri
"Semalam kami jumpain Pak Luhut, Pak Menteri, kami mengadu juga ke beliau apa hambatan daripada PSN dan KEK yang kok tidak bisa transaksi di lapangan yang sudah teman-teman ajukan," ujarnya.
Selain itu, HKI meminta Kementerian Perindustrian membantu mendorong pemerintah daerah agar mempercepat penerbitan rekomendasi maupun perizinan bagi proyek PSN dan KEK.
"Harapan kami dari Kemenperin supaya ada semacam surat supaya betul-betul yang kami sudah lakukan PSN, baik itu KEK, Pak Menteri, supaya ada rekomendasi-rekomendasi dari pemerintah daerah secepatnya bisa dikeluarkan," kata Maruf.
Di akhir sambutannya, Maruf kembali menyinggung masih adanya proyek KEK yang belum menunjukkan perkembangan meski regulasinya telah terbit.
"PP-nya sudah keluar, KEK-nya enggak keluar-keluar, Pak Menteri," ucapnya.
Berita Terkait
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia
-
Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
KY Kantongi Bukti Awal Pelanggaran Hakim di Kasus Nadiem dan Andrie Yunus
-
Parfum Tuberose Wanginya Seperti Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan Lama
-
Pria di Grogol Tewas Dipalu di Kamar Kos, Polisi Tangkap Pelaku
-
Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan
-
Baru Ditunjuk Gubernur Jateng, SK Plt Bupati Sukoharjo Disita KPK, Ada Apa?
-
KPK Dalami Proses Penukaran Uang Suhardiman Amby untuk Raja Juli
-
Digilas 5-1 Pelatih Kamboja Malah Sebut Singapura Lebih Kuat dari Timnas Indonesia
-
The Thursday Murder Club: Ketika Para Pensiunan Menjadi Detektif yang Tak Terduga
-
10 Cara Menyemprot Parfum agar Tahan Lama Seharian di Baju dan Kulit
-
Danau Sunter Disulap Pemprov DKI, Siap Gelar Jakarta Watersport Festival 2026