- Pemerintah diingatkan pentingnya sektor industri dan investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pemerintah.
- Pemerintah perlu menyeimbangkan kepentingan tenaga kerja dan dunia usaha demi menjaga iklim investasi serta ketersediaan lapangan pekerjaan.
- DPR mendukung penyederhanaan perizinan untuk menciptakan regulasi yang kondusif guna mendorong pembangunan ekonomi di berbagai wilayah nasional.
Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah membutuhkan dukungan kuat dari sektor industri dan investasi.
Karena itu, ia meminta pemerintah menjaga keseimbangan kebijakan antara kepentingan tenaga kerja dan dunia usaha agar iklim investasi tetap kondusif dan penyerapan tenaga kerja terus berjalan.
Menurut Puteri, sektor industri memiliki peran penting sebagai penyedia lapangan kerja sehingga kebijakan pemerintah tidak boleh hanya berpihak pada satu sisi saja.
"Kalau dari sektor industri kebutuhannya ada dua, bagaimana pemerintah itu menyeimbangkan kepentingan tenaga kerja atau buruh dan juga kepentingan sektor swasta atau perusahaannya sebagai penyedia lapangan pekerjaannya. Jadi tentu setiap pembahasannya itu memerlukan titik temu yang tentu negosiasinya nanti akan membutuhkan kontribusi dan juga masukan dari segala pihak ya, termasuk dalam hal ini pemerintah," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan sektor usaha dan tenaga kerja merupakan dua elemen yang saling bergantung dalam ekosistem ekonomi nasional. Jika sektor industri terganggu, maka lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga akan ikut terdampak.
Sebaliknya, tanpa dukungan tenaga kerja, perusahaan juga tidak akan mampu menjalankan operasional secara maksimal.
"Middle ground-nya itu harus selalu kita temukan," tambahnya.
Selain soal ketenagakerjaan, Puteri juga menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Karawang.
Menurut dia, pemerintah membutuhkan dukungan sektor swasta untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Baca Juga: Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
Lebih lanjut, Puteri mengatakan DPR terus mendorong terciptanya regulasi dan anggaran yang mendukung iklim investasi agar semakin kondusif. Salah satunya melalui penyederhanaan perizinan dan kemudahan aturan investasi bagi perusahaan, termasuk investor multinasional.
"Harapannya kerja sama seperti ini bisa kita terus dijalankan bersama-sama supaya nanti apa yang menjadi target cita-cita dari Pak Presiden, pertumbuhan ekonomi 8 persen dan tentu pemerataan ekonomi di seluruh daerah, termasuk juga di Karawang itu bisa dilakukan," kata Puteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
-
Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS