Bisnis / Makro
Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto mengatakan proyek tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan. Foto ist.
Baca 10 detik
  • PSN Wanam dinilai penting cegah ketergantungan impor pangan.
  • Cetak sawah baru ditargetkan dorong swasembada beras nasional.
  • Program diyakini buka lapangan kerja dan naikkan pendapatan petani.

Suara.com - Program Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan atau food estate berupa cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global.

Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto mengatakan proyek tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

Menurutnya, program cetak sawah baru di Wanam menjadi bagian penting dari agenda kedaulatan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk antisipasi kebutuhan pangan yang meningkat, dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain,” ujar Panggah, Jumat (21/5/2026).

Ia menambahkan, selain pembangunan sawah baru, pemerintah juga perlu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada guna memperkuat ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah.

Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik film dokumenter Pesta Babi yang menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dalam mempertahankan wilayah adat dari proyek pembangunan skala besar.

Namun, Panggah menegaskan lokasi yang ditampilkan dalam film tersebut bukan bagian dari PSN cetak sawah satu juta hektare di Wanam.

Senada dengan itu, Direktur Indonesia Political Review, Iwan Setiawan menilai program PSN Wanam tetap perlu dilanjutkan mengingat ancaman krisis pangan global yang semakin nyata.

“Kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan mereka masing-masing. Karena kalau Indonesia defisit pangan, itu lebih bahaya lagi,” kata Iwan.

Baca Juga: Pendidikan Mentan Amran Sulaiman, Sebut Pelemahan Rupiah Justru Untungkan Pertanian

Ia menjelaskan proyek cetak sawah tersebut diproyeksikan mampu mendukung target swasembada beras nasional, menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, meningkatkan pendapatan petani hingga 20-30 persen, serta mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif.

Iwan juga menilai pemerintah diyakini telah menyiapkan kajian lingkungan sesuai aturan yang berlaku. Di tengah tekanan ekonomi global, ia meminta semua pihak membangun optimisme terhadap program strategis nasional yang dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi dan pangan Indonesia.

Load More