Bisnis / Energi
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:24 WIB
PLTP Sarulla. [Dok. Kementerian ESDM]
Baca 10 detik
  • Wamen ESDM Yuliot menyatakan PLTP Sarulla di Tapanuli Utara membutuhkan investasi Rp2,6 triliun untuk pemulihan produksi.
  • Penurunan tekanan uap membuat daya pembangkit Sarulla merosot dari 330 MW menjadi kisaran 220 MW.
  • Proses administrasi ditargetkan rampung Oktober 2026 dan peningkatan kapasitas dikerjakan bertahap hingga periode 2027–2028.

Suara.com - Pemulihan kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, membutuhkan tambahan investasi sebesar USD 160 juta atau sekitar Rp2,6 triliun.

Tambahan modal tersebut dialokasikan untuk mengembalikan kemampuan produksi PLTP Sarulla ke kapasitas terpasang 330 Megawatt (MW).

Saat ini, penurunan tekanan uap di lapangan panas bumi membuat daya produksi pembangkit merosot ke kisaran 220 MW.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyatakan bahwa pemulihan PLTP Sarulla diawali dengan penyelesaian proses administrasi yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

"Perlu ada tambahan investasi baru itu diperkirakan sekitar 160 juta US untuk mengembalikan kembali ke kapasitas 330 MW dari potensi yang ada 1.100 MW," ujar Yuliot usai meninjau PLTP Sarulla, Jumat (31/7/2026).

Yuliot menambahkan, setelah tahap administrasi selesai, peningkatan kapasitas produksi akan dikerjakan bertahap hingga kembali optimal pada periode 2027–2028.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. [Suara.com/Yaumal]

Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi potensi energi panas bumi di wilayah tersebut yang secara keseluruhan mencapai 1.100 MW.

PLTP Sarulla yang berlokasi di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae dioperasikan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd. (SOL).

Pembangkit ini memiliki tiga unit operasi berkapasitas masing-masing 110 MW, yaitu Unit Silangkitang (SIL) yang beroperasi sejak Maret 2017, Unit Namora-I-Langit 1 (NIL-1) sejak Oktober 2017, serta Unit Namora-I-Langit 2 (NIL-2) sejak Mei 2018.

Baca Juga: PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

Load More