Bisnis / Keuangan
Senin, 15 Juni 2026 | 13:30 WIB
COO Dananraea, Dony Oskaria menyebut kenaikan IHSG ada andil dari saham BUMN. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 5,03 persen ke level 6.309 pada sesi I hari Senin, 15 Juni 2026.
  • Kenaikan IHSG tersebut didorong oleh performa positif saham perbankan BUMN, sektor pertambangan, dan perusahaan telekomunikasi di Indonesia.
  • COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan penguatan pasar mencerminkan kinerja optimal serta efisiensi perusahaan BUMN yang semakin meningkat.

Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menilai enaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sesi I, Senin, 15 Juni 2026, berkat saham BUMN yang ikut melonjak.

Pada sesi I ini, IHSG melonjak 5,03 persen ke level 6.309.

"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujar Dony dalam keterangan tertulisnya.

Adapun, disebut Dony, motor utama penggerak bursa pagi ini berasal dari jajaran saham perbankan BUMN (Himbara).

Dreretan saham-saham yang alami lonjakan dan penurunan. Foto Rina-Suara.com

Hingga sesi I ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan raihan 210 poin (5 persen) ke level Rp4.410 per saham.

Menyusul di belakangnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 220 poin (6,1 persen) ke angka Rp3.780 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21 persen) ke posisi Rp2.970 per saham.

Selain dominasi Himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut membukukan rapor hijau.

PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88 persen). Sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 370 poin (12,98 persen) ke level Rp3.220. Sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80 persen) menjadi Rp2.940.

Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, investor pada akhirnya akan tetap rasional dalam melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.

Baca Juga: Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi yang paling optimal," imbuhnya

Dony menambahkan, rekam jejak positif di berbagai sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para investor.

"Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan," pungkas Dony.

Load More