Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik

Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Ilustrasi - Petugas menata emas batangan di Setiabudi, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
  • Harga emas batangan di Pegadaian mencatatkan lonjakan serempak pada perdagangan hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026.
  • Lonjakan harga terjadi pada seluruh merek logam mulia termasuk cetakan Galeri 24, Antam, dan UBS.
  • Pergerakan harga dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan kekhawatiran inflasi akibat potensi penutupan Selat Hormuz.

Pergerakan harga emas ini sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan kekhawatiran inflasi. Harga minyak dunia melonjak lebih dari US$ 3 per barel menyusul laporan kantor berita Fars. Laporan tersebut menyebutkan bahwa komite parlemen Iran sedang meninjau rancangan undang-undang untuk melarang kapal Amerika Serikat, Israel, dan kapal "bermusuhan" lainnya melintasi Selat Hormuz.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa ancaman pemblokiran jalur energi strategis ini memicu lonjakan harga minyak mentah.

"Harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi karena produsen akan meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan tekanan harga," papar Wyckoff.

Suku bunga yang tinggi sejatinya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan opportunity cost (biaya peluang) bagi investor.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) sebesar 57% pada bulan September, dan melonjak menjadi 84% pada pertemuan Desember mendatang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com