Setelah Seruan Boikot, Gedung Orang Tua Didemo Atas Tudingan Penistaan Agama

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Setelah ajakan boikot, demonstrasi digelar di Gedung Orant Tua pada Jumat ini. Digelar karena muncul tudingan penistaan Al-Qur'an pada acara merek Newport di Ancol. [Shutterstock]
  • Massa Front Persaudaraan Islam mendemo Gedung OT di Jakarta Barat pada 14 Agustus 2026.
  • Demo dilakukan karena muncul tudingan penistaan Al-Qur'an pada acara merek Newport di Ancol.
  • Manajemen Newport menyatakan insiden tersebut merupakan aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon.

Suara.com - Gedung Orang Tua (OT), kawasan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat didemo sejumlah orang pada Jumat siang (14/8/2026). Demo ini digelar setelah muncul ajakan untuk memboikot produk-produk Orang Tua di media sosial.

Demo digelar  massa organisasi Front Persaudaraan Islam sebagai bentuk kecaman terhadap dugaan penistaan Al Quran yang dikaitkan dengan produk Newport milik perusahaan Orang Tua Group dalam festival musik "Sound Project" di kawasan Ancol, beberapa hari lalu.

Sekitar pukul 14.04 WIB, massa terlihat memadati ruas jalan di depan gedung. Para peserta yang hadir didominasi pria yang mengenakan pakaian koko dan peci.

Mereka berkumpul di sekitar sebuah mobil komando berwarna putih. Dari atas mobil, orator menyampaikan tuntutannya terkait aksi tersebut.

“Jangan biarkan Al Quran dinilai atau diperlakukan secara tidak semestinya. Kita harus bela kitab suci kita,” kata orator menggunakan pengeras suara.

Sementara itu sekitar 400 petugas kepolisian diturunkan untuk menjaga keamanan di tengah demonstrasi tersebut.

Seruan boikot dan tudingan penistaan agama

Sebelum demonstrasi digelar, sejumlah warganet menyerukan untuk memboikot produk-produk Orang Tua di pasaran.

Kontroversi yang menyeret merek minuman beralkohol Newport di festival musik The Sounds Project memicu gelombang kemarahan publik dan berpotensi menjadi tekanan reputasi bagi salah satu perusahaan consumer goods besar di Indonesia.

Kontroversi bermula dari sebuah video yang memperlihatkan tantangan hafalan ayat suci Al-Qur’an di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project 9 pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Dalam acara itu, seorang pembawa acara di booth Newport terlihat mengajak pengunjung mengikuti tantangan. Seorang perempuan kemudian maju dan melafalkan Surat Ad-Duha dan setelah itu ia menerima produk minuman beralkohol sebagai hadiah.

Manajemen Newport menjelaskan insiden tersebut sebagai “aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon.”

Tetapi di media sosial warganet meragukan penjelasan itu. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah aksi disebut spontan jika terdapat interaksi antara pembawa acara, peserta dan kru booth.

“Kalau benar spontan, kenapa hadiah sudah disiapkan?” teriak mereka di media sosial.

Alhasil tagar #BoikotNewport dan #BoikotOrangTua kemudian menjadi simbol kemarahan warganet yang menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com