- Polda Metro Jaya mendalami dugaan penistaan agama terkait buku Memburu Muhammad di Jakarta.
- Penyelidikan dilakukan untuk membendung informasi menyesatkan dan isu SARA yang viral di media sosial setelah acara batal.
- Polemik ini bermula dari penolakan ormas di Bogor terhadap karya Feby Indriani akibat ancaman pengerahan massa.
Suara.com - Polda Metro Jaya bergerak cepat mendalami dugaan penistaan agama terkait maraknya perbincangan buku berjudul Memburu Muhammad di media sosial.
Gelombang penolakan terhadap buku ini sebelumnya telah memicu pembatalan acara diskusi di Bogor, Jawa Barat.
"Ini baru kami dengar. Pastinya, kalau ada informasi seperti itu, kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital, dan pasti juga akan ditangani pihak Ditreskrimum," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Langkah pendalaman ini diambil kepolisian sebagai upaya antisipasi untuk membendung sebaran informasi menyesatkan di tengah masyarakat.
Terlebih, isu yang viral di media sosial tersebut menyenggol sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang sangat sensitif.
"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," ujar Budi.
Awal Mula Polemik
Polemik buku karya penulis Feby Indriani ini pertama kali menyita perhatian publik setelah agenda bedah bukunya di Bogor mendadak batal akibat penolakan dari sekelompok organisasi masyarakat (ormas).
Melalui unggahan di akun Threads miliknya, sang penulis membeberkan bahwa ormas tersebut mempermasalahkan judul buku hingga subjudul acara yang disusun panitia.
Tak tanggung-tanggung, pihak penolak bahkan sempat mengancam akan mengerahkan 200 orang massa.
"Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue (lokasi) tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," tulis penulis buku tersebut melalui akun Threads-nya.
Gelombang Desakan Warganet di Media Sosial
Tidak hanya aksi di lapangan, gelombang penolakan juga bergemuruh di jagat maya. Salah satu sorotan datang dari akun Instagram @iyuztagram yang tidak hanya menyoroti Memburu Muhammad, tetapi juga membedah karya Feby lainnya yang berjudul Bukan Perawan Maria.
Akun tersebut mengaitkan kedua buku itu sebagai bagian dari seri trilogi bertajuk "Islamisme Magis". Warganet pun mendesak agar peredaran buku-buku tersebut segera dihentikan demi mencegah potensi penistaan agama Islam sekaligus membendung penerbitan karya ketiga dari seri tersebut. (Antara)