Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
  • Iran menyerang kapal komersial ADNOC di Selat Hormuz pada hari Sabtu, memicu protes keras dari UEA.
  • Konflik geopolitik antara AS-Israel dan Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz serta mengganggu rantai pasok energi global.
  • Harga minyak dunia mengalami fluktuasi dan koreksi pada hari Senin akibat ketidakpastian pasar dan negosiasi perdamaian.

Suara.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas dan mengancam stabilitas rantai pasok energi global. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Sabtu menyatakan bahwa Iran telah melakukan serangan terhadap sebuah kapal komersial milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).

Insiden mendebarkan ini dilaporkan terjadi sehari sebelumnya, tepat saat kapal sedang melakukan transit di jalur strategis Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan dari kantor berita negara Emirat (WAM), pihak manajemen ADNOC mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Saat ini, situasi di atas kapal dilaporkan telah sepenuhnya terkendali. Meskipun demikian, rentetan kejadian ini memicu reaksi keras dari otoritas diplomatik setempat.

Kementerian Luar Negeri UEA secara resmi mendesak Teheran untuk segera menghentikan tindakan yang mereka sebut sebagai serangan tanpa provokasi. Abu Dhabi juga menuntut penghentian segala bentuk permusuhan serta pembukaan kembali jalur air internasional tersebut secara penuh agar perdagangan tidak terhambat.

Insiden yang menimpa armada ADNOC ini bukanlah kejadian tunggal. Dilansir dari Reuters, ini merupakan serangan ketiga yang melibatkan kapal-kapal milik raksasa energi asal Abu Dhabi tersebut dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Otoritas UEA secara konsisten menuduh Iran sebagai pihak yang berada di balik seluruh rentetan insiden perairan tersebut.

Menyikapi eskalasi yang kian meresahkan, Anwar Gargash selaku penasihat diplomatik untuk Presiden UEA, menegaskan bahwa Abu Dhabi tidak akan tinggal diam dan siap membela kedaulatan serta kepentingan nasionalnya. Melalui platform media sosial X, ia menyatakan sikap resmi negaranya.

"We will safeguard our rights to freedom of navigation ... while continuing the path of dialogue and prioritising diplomatic options," tulis Gargash.

Secara terpisah, agensi United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan adanya insiden serangan proyektil tak dikenal yang menghantam sebuah kapal kargo curah di selat yang sama pada hari Jumat.

Namun, belum dapat dipastikan apakah kapal yang dimaksud dalam laporan UKMTO adalah armada ADNOC yang sama atau merupakan entitas pelayaran yang berbeda.

Gangguan pelayaran ini tidak terlepas dari konteks perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang telah meletus sejak 28 Februari lalu. Imbas dari konflik bersenjata ini sangat masif, mengingat sebelum perang terjadi, sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) harus melewati perairan sempit yang memisahkan wilayah Oman dan Iran tersebut.

Kondisi geopolitik yang tak menentu ini secara langsung memicu lonjakan tarif kargo laut dan menciptakan kekhawatiran keamanan tingkat tinggi bagi negara-negara produsen maupun importir energi. Saat ini, perairan Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup akibat serangkaian ancaman dan serangan pasca-perang pecah.

Di ranah diplomasi, Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah menerima kerangka rencana perdamaian untuk mengakhiri permusuhan.

Namun, Teheran dengan tegas menolak opsi untuk segera membuka kembali jalur Selat Hormuz. Penolakan ini muncul sesaat setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman keras untuk menghujani Iran dengan "hell" apabila kesepakatan tidak segera dicapai paling lambat hari Selasa.

Merespon tekanan tersebut, Iran menyatakan bahwa pihaknya telah merumuskan posisi serta tuntutan strategis mereka melalui jalur perantara diplomatik untuk merespons proposal gencatan senjata terbaru.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com